detikNews
Jumat 31 Mei 2019, 14:19 WIB

KPK Klarifikasi Jonan Soal Informasi Pertemuan dengan Eni dan Kotjo

Zunita Putri - detikNews
KPK Klarifikasi Jonan Soal Informasi Pertemuan dengan Eni dan Kotjo Menteri ESDM Ignasius Jonan (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK menelusuri tentang pertemuan yang terjadi antara Johanes Budisutrisno Kotjo, Eni Maulani Saragih, dan Ignasius Jonan. Namun pertemuan apa yang diselisik tersebut belum diungkap jelas oleh KPK.

Hal tersebut menjadi salah satu materi pemeriksaan bagi Jonan. Menteri ESDM itu memang sebelumnya telah hadir di KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait proyek PLTU Riau-1. Pemeriksaan pada Jonan sampai pukul 14.13 WIB ini masih berlangsung.




"(Jonan) diklarifikasi juga informasi pertemuan saksi dengan Eni dan Kotjo," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (31/5/2019).

Eni merupakan mantan anggota DPR yang menerima suap dari Kotjo yang adalah seorang pengusaha. Kotjo ingin mendapatkan proyek PLTU Riau-1 tetapi kesulitan mendapat akses hingga akhirnya meminta bantuan Eni untuk mendekati 'orang' PLN.

Selain soal pertemuan, Febri menyebut pemeriksaan Jonan termasuk soal pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). "Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait pengesahan RUPTL, tarif, dan pengetahuan terkait proyek PLTU," ujar Febri.

Sayangnya Febri belum menyebutkan detail tentang RUPTL tersebut. Dalam perkara ini sendiri Eni dan Kotjo telah dihukum, menyusul kemudian mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham. Namun hukuman Idrus belum berkekuatan hukum tetap.




Selain itu ada seorang tersangka lagi yaitu Sofyan Basir. Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) itu diduga membantu Eni untuk mendapatkan suap dari Kotjo.

Masih bertalian dengan perkara itu, ada tersangka lainnya yaitu atas nama Samin Tan, seorang pengusaha yang diduga menyuap Eni berkaitan dengan masalah perusahaannya dengan Kementerian ESDM.

KPK Juga Tanya Jonan Soal Terminasi Kontrak Perusahaan Samin Tan

Berkaitan dengan Samin, Jonan ditanya soal tindakan Kementerian ESDM yang memutus kontrak atau terminasi terhadap perusahaan milik Samin. "Penyidik mendalami tindakan terminasi kontrak perusahaan Samin Tan yang dilakukan oleh Kementerian ESDM," kata Febri.

Selain itu penyidik juga disebut Febri bertanya soal pernah tidaknya Jonan bertemu dengan Samin. Namun Febri tidak menyebutkan apa saja klarifikasi Jonan pada penyidik.




"Dan pengetahuan saksi terkait adanya upaya Samin Tan mengurus pencabutan terminasi, termasuk apakah ada pertemuan-pertemuan yang dilakukan untuk mengurus pencabutan terminasi tersebut," kata Febri.

Jonan memang sebelumnya menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi dalam kasus suap antara Samin dan Eni. Samin diduga KPK memberikan suap ke Eni untuk membantunya memfasilitasi komunikasi dengan Kementerian ESDM terkait persoalan kontrak anak usaha milik Samin yaitu PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT) dengan Kementerian ESDM dalam perjanjian karya terkait pertambangan batu bara.

Kerja sama itu dipotong Kementerian ESDM karena PT AKT dianggap melakukan pelanggaran kontrak berat. Namun PT AKT tidak terima dan mengajukan gugatan demi mendapatkan kontrak itu kembali. Dalam perjalanannya Eni diduga KPK menjanjikan Samin mendapat kontrak itu lagi, tetapi pada akhirnya putusan atas gugatan PT AKT itu dimenangkan Kementerian ESDM dan kekuatan hukumnya telah tetap di Mahkamah Agung (MA).




(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed