detikNews
Jumat 31 Mei 2019, 14:08 WIB

Sebelum Mudik, Sopir Bus dan Penumpang Cek Kesehatan di Terminal Kp Rambutan

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Sebelum Mudik, Sopir Bus dan Penumpang Cek Kesehatan di Terminal Kp Rambutan Pemudik dan sopir bus cek kesehatan sebelum berangkat mudik dari Terminal Kampung Rambutan. (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Sejak pagi, Terminal Kampung Rambutan sudah dipadati pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman menggunakan bus. Para pemudik dan sopir bus menjalani pengecekan kesehatan sebelum berangkat mudik.

"Kesehatan untuk masyarakat kami ada beberapa dari Jasa Raharja, dari BRI, dari Dinas Kesehatan, menyediakan kesehatan secara gratis. Terkait dengan pengemudi sendiri, itu kita melibatkan Dinas Kesehatan dan BNP. Dicek kesehatannya, lanjut terkait dengan masalah narkoba, BNP", kata Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Terminal Kampung Rambutan, Thofik Winanto, di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (31/5/2019). Tidak hanya sopir dan pemudik dewasa, bayi dan balita yang diajak mudik pun bisa memanfaatkan fasilitas cek kesehatan.


Salah satu pemudik atas nama Suwarji mengatakan sangat puas atas pelayanan kesehatan di Terminal Kampung Rambutan. Terlebih, dia mengaku bisa mengecek kesehatan istrinya yang tengah hamil sebelum berangkat mudik.

"Ini saya beserta istri yang ngandung 8 bulan, putri saya yang anak pertama ini usia 11 tahun dan putri kedua 5 tahun. Alhamdulillah istri saya tadi di pos kesehatan, gratis, alhamdulillah. Saya bersyukur ya. Alhamdulillah normal, tensi normal. Alhamdulillah saya bersyukur sekali tuh ada tes kesehatan," ujar Suwardi kepada detikcom di lokasi.

Sebelum Mudik, Sopir Bus dan Penumpang Cek Kesehatan di Terminal Kp RambutanPemudik dan sopir bus mengecek kesehatan sebelum berangkat mudik dari Terminal Kampung Rambutan. (Jefrie Nandy Satria/detikcom)

Dokter Nivo Maulida selaku dokter umum yang bertugas hari ini dari Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo mengatakan sekitar 28 sopir bus dan 3 pemudik telah menjalani cek kesehatan di pos kesehatan. Dalam pemeriksaan hari ini, ada beberapa sopir bus yang terdeteksi mengidap TBC. Enam dari 28 sopir bus lalu diberi rujukan untuk pengecekan dahak.

"Etika batuk itu ketika batuk, bersin, harus ditutup. Tidak boleh pakai tangan, tapi pakai kain. Boleh masker, tisu, atau baju yang lagi dipakai. Karena yang bahaya itu kuman yang terbang, bukan kuman yang hinggap. Kalau kuman yang hinggap, dicuci, dijemur, disetrika, mati kumannya," kata dr Nivo Maulida.


Dalam pemeriksaan ini, pos kesehatan memberikan rekomendasi kriteria sopir bus yang tidak layak mengemudi. Nivo mengatakan pos kesehatan hanya memberikan surat rekomendasi dan selebihnya diserahkan kepada Dinas Perhubungan.

"Zona merah yang tidak layak mengemudi itu gula darah lebih dari 200, tensi lebih dari 160 per 100, terus ada amfetamin positif, alkohol positif. Dianjurkan untuk langsung digantikan oleh sopir cadangan. Kami sih hanya berkewajiban untuk mengeluarkan surat saja. Apakah layak atau tidak layak saja. Untuk selanjutnya kami serahkan ke Dishub ya," sambungnya.




Sebelum Mudik, Sopir Bus dan Penumpang Cek Kesehatan di Terminal Kp RambutanPemudik dan sopir bus mengecek kesehatan sebelum berangkat mudik dari Terminal Kampung Rambutan. (Jefrie Nandy Satria/detikcom)

Kembali kepada Thofik, dia mengatakan kesiapan mudik 2019 di Terminal Kp Rambutan terkendali. Dia menyebut pemudik tujuan Sumatera terhitung meningkat tahun ini. Selain itu, dia memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada awal Juni.

"Kondisi sampai saat ini masih aman terkendali, kondusif. Untuk terkait dengan masalah penumpang armada masih tersedia dan beberapa penumpang ini sebagian belum naik secara signifikan. Kalau kita lihat rata-rata data di tahun kemarin di H-6, itu 13.000 ya. Untuk di tahun ini 12.000. Terkait dengan masalah peningkatan dan lain sebagainya, ini memang kalau kemarin itu, di shift pertama, ini kebanyakan memang yang naik itu Sumatera, peningkatannya di Sumatera. Kalau di jalur Jawa Tengah sejauh ini belum. Untuk yang terkait masalah puncak, kita dari mulai awal Juni", sambungnya.

Terminal Kampung Rambutan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Mereka juga membenahi sarana-prasarana yang masih kurang.
(gbr/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed