detikNews
Jumat 31 Mei 2019, 12:36 WIB

Penghuni Asrama Brimob Mengadu ke Komnas HAM soal Rusuh 22 Mei

Rolando Fransiscus - detikNews
Penghuni Asrama Brimob Mengadu ke Komnas HAM soal Rusuh 22 Mei Penghuni Asrama Brimob Mengadu ke Komnas HAM Soal Rusuh 22 Mei (Rolando/detikcom)
FOKUS BERITA: Aksi 22 Mei
Jakarta - Penghuni asrama Brimob Petamburan mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Kedatangan mereka untuk mengadu perihal lingkungan kediaman mereka diserang perusuh hingga mobil mereka dirusak dan dibakar pada 22 Mei 2019.

"Kami, penghuni Asrama Polri Petamburan, namanya Asrama Polri, malam-malam bapak-bapak polisi itu tidak ada di rumah. Mungkin Bapak paham, ada yang di Bawaslu, ada yang KPU, ada yang di MK, bahkan ada penugasan ke luar Jawa. Sehingga coba Bapak bayangkan ketika sunyi senyap sedang istirahat menjelang sahur, entah kami ini apakah diserang atau diserbu oleh massa itu," ujar perwakilan warga, Mahad, di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (31/5/2019).



Dalam aduannya, Mahad mengaku mobil penghuni asrama Brimob yang dibakar berjumlah 16 unit. Sedangkan puluhan lainnya dirusak.

"Efek dari peristiwa itu ada efek materiil dan lainnya. Materiil, warga kami 16 mobil dibakar, saya katakan dibakar, dan puluhan mobil rusak berat," kata Mahad.

Mahad pun meminta Komnas HAM menyamaratakan implementasi HAM kepada para polisi yang menjadi korban kerusuhan. Menurut Mahad, polisi tidak bisa dianggap sebagai sosok yang kuat.

"Pak, mungkin polisi itu Bapak anggap bukan korban, karena mungkin polisi dianggap aparat yang kuat. Kami mohon perlindungan terkait HAM itu bukan berarti kami petugas polisi dijagain. Tapi implementasi aplikasi HAM itu samakanlah diterapkan pada kami sama seperti warga lainnya," ucapnya.



Para penghuni asrama Brimob ini berharap dalang rusuh 22 Mei terungkap. Dia juga mendesak motif para pelaku dibongkar.

"Yang berikutnya mohon bantuan bapak dan instansi terkait bersama-sama tolong ungkap siapa dalang pelaku 21-22, dan apa motif mereka melakukan itu," imbuhnya.

Penghuni Asrama Brimob Mengadu ke Komnas HAM Soal Rusuh 22 MeiPenghuni Asrama Brimob Mengadu ke Komnas HAM soal Rusuh 22 Mei. (Rolando/detikcom)


Aduan Mahad beserta warga Asrama Brimob ini diterima langsung oleh Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam. Anam meminta aduan yang sudah disampaikan ini dilengkapi laporan tertulis untuk mengetahui kronologi lengkapnya.

"Oleh karenanya, informasi yang Bapak-bapak sekalian bawa diberikan kepada kami akan sangat membantu. Oleh karenanya, apa yang tadi sudah diungkapkan ada nggak bentuk tertulis? Kalau belum, mohon nanti dimunculkan," kata Anam.

"Penting untuk laporan tertulis itu, yang pertama tolong kami diberitahukan kronologi Pak. Mulai kapan ada massa, mulai kapan ada lemparan, dan sebagainya. Karena itu akan menentukan sebenarnya eskalasi ketegangan di mulai dari titik mana dan apa," sambungya.



Anam juga meminta identifikasi pemilik mobil yang dibakar dan dirusak. Selain itu, apabila penghuni asrama Brimob memiliki rekaman CCTV atau video kerusuhan, hal itu akan sangat membantu pihak Komnas HAM.

"Yang penting juga kalo rukonya ada CCTV atau kebetulan sempat memvideo dengan HP, tolong kami juga tolong dikasih. Itu akan membantu kami mengungkap peristiwa apa yang terjadi di Petamburan dan sekitarnya," imbuh Anam.
(imk/imk)
FOKUS BERITA: Aksi 22 Mei
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed