"Sekarang saya di kilometer (km) 128, sudah di Tol Cipali. Sudah macet, paling berhenti, jalan, berhenti, jalan, 5 km/jam lah," kata seorang pemudik, Arief saat dihubungi pukul 10.26 WIB, Kamis (30/5/2019).
Kondisi lalu lintas di Tol Cipali. (Foto: Dok. Arief/pemudik) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sudah one way. Tadi lepas dari Cikampek (gerbang Tol Cikampek Utama) lumayan lancar bisa jalan 70-80 km/jam. Tapi sebentar doang, abis itu macet lagi," jelasnya.
Arief yang tinggal di Rawalumbu, Bekasi, berangkat dari kediamannya selepas salat subuh, sekitar pukul 05.00 WIB. Pagi itu, sebut Arief, kemacetan terjadi di Tol Jakarta-Cikampek.
"Berangkat pukul 05.00 WIB abis alat subuh, dari Rawalumbu. Masuk tol lancar, tapi masuk Cikarang mulai padat, 10-15 km/jam lah," ujar Arief.
Pihak kepolisian memutuskan untuk memberlakukan one way lebih awal yakni pukul 08.00 WIB. Awalnya, kebijakan tersebut dijadwalkan berlaku pada pukul 09.00 WIB.
Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri sebelumnya menjelaskan alasan pihaknya memberlakukan one way lebih awal. Menurutnya, ada antrean panjang kendaraan pemudik sehingga one way diberlakukan.
"Memang pada pukul 08.00 WIB kita memang melakukan penguraian lebih awal. Rencana kita, pukul 09.00 WIB. Tetapi melihat persoalan panjangnya antrean, kepolisian dengan mitra terkait mengambil langkah lebih awal, tentu ini menguntungkan semua pihak," ujar Refdi di Gerbang Tol Cikampek Utama I, Cikampek, Jawa Barat.
Simak Juga 'Cipaliku yang Mulus, Cipaliku yang Terurus':
(zak/idh)












































Kondisi lalu lintas di Tol Cipali. (Foto: Dok. Arief/pemudik)