Hendrawati Diduga Kuat Meninggal Akibat Virus Flu Burung

Hendrawati Diduga Kuat Meninggal Akibat Virus Flu Burung

- detikNews
Jumat, 07 Okt 2005 13:25 WIB
Jakarta - Meski hasil laboratorium Litbangkes Depkes RI belum diterima, RSPI Sulianti Saroso menduga kuat Hendrawati (38) meninggal karena virus flu burung. Sebelum menghadap Yang Maha Pencipta, suspect flu burung itu sempat menjalani perawatan secara intensif di ruang ICU RSPI Sulianti selama tujuh hari."Meski belum ada hasil lab, kemungkinan besar ia meninggal karena AI (avian influenza). Ini bisa dilihat dari perjalanan penyakitnya," ungkap Kepala Instalasi ICU RSPI Sulianti Tuty H Mutono kepada wartawan di kantornya, Jalan Sunter Baru, Jakarta Utara, Jumat (7/10/2005).Kondisi klinis Hendrawati saat baru datang dari RS Atma Jaya pada 30 September lalu sudah sangat berat. Ia mengalami panas tinggi, nyeri otot, tenggorokan sakit dan ada kontak dengan unggas. Saat itu juga ia langsung dimasukkan ke ruang ICU.Selama tujuh hari di ruang ICU, dari hari ke hari kondisi Hendrawati semakin memburuk. Hasil labnya menunjukkan kimia darah, kultur darah, dan tekanan darah wanita tersebut menurun. "Hal ini mengarah ke AI," tegas Tuty.Demikian juga dengan hasil rontgen paru-paru dan torax-nya yang menunjukkan kondisi memburuk di hari kelima ia dirawat di ICU. Selanjutnya penderitaan datang bertubi-tubi. Hendrawati mengalami gagal nafas dam gagal organ karena ada gangguan di ginjal. Ia juga harus menggunakan alat bantu nafas/ventilator."Satu jam sebelum Hendrawati meninggal, ia mengalami kondisi kritis. Kami lalu melakukan CVR dan dibantu obat-obatan, tapi tidak ada reaksi," ungkap Tuty.Padahal warga Jalan Mangga Besar Nomor 13, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat itu sebelumnya sudah mendapatkan obat-obatan secara maksimal untuk menaikkan tekanan darahnya yang terus menurun. "Tapi akhirnya ia meninggal pukul 17.30 WIB, dan jenazahnya kita perlakukan seperti halnya pasien AI," tutur Tuty. Hingga kini data korban flu burung yang meninggal dunia di RSPI Sulianti Saroso menjadi enam orang yaitu Ny K, anak R, Tn SW, Tn S, Ny H dan anak IS.Sementara itu, pasien yang diperbolehkan untuk pulang berjumlah 24 orang dari total 44 pasien yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso dari tanggal 14 September 2005. (umi/)


Berita Terkait