Catatan 'Perang' Eks Danjen Kopassus Soenarko

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 29 Mei 2019 17:16 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko ditetapkan sebagai tersangka dugaan kepemilikan senjata ilegal. Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan Soenarko memang sosok yang suka perang.

Ryamizard menilai senjata yang diduga milik Soenarko itu bukan hasil penyelundupan. Namun, memang sudah ada.

"Bukan penyelundupan ya, senjata sudah ada itu," kata Ryamizard saat ditemui wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/5/2019).


Selain itu, Ryamizard mengatakan Soenarko memang sosok yang suka perang. Karena itu, dia tidak heran jika Soenarko disebut memiliki senjata.

"Saya rasa bukan penyelundupan ya, senjata sudah ada dari dulu. Kan dia perang terus itu orang. Di Tim Tim (Timor Timur), di Aceh, mungkin senjata rampasan di situ," katanya.

Namun, apakah betul Soenarko terlibat dalam sejumlah perang? Berikut ini sejumlah informasi yang berhasil dihimpun oleh detikcom:

Soenarko merupakan purnawirawan TNI AD lulusan Akabri pada 1978. Pria kelahiran Medan, 1 Desember 1953, tersebut langsung masuk Komando Pasukan Khusus (Kopassus) begitu lulus dari pendidikan. Di awal karirnya, Soenarko banyak bertugas di korps baret merah. Ia juga pernah menjadi Dan Grup-1 Kopassus.



Soenarko pun pernah tercatat sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) di Dili, yang saat itu masih merupakan ibukota Timor Timur (Timtim). Saat itu, Timtim masih menjadi daerah operasi militer. Atas jasanya, Soenarko mendapatkan tanda jasa Satyalancana Seroja. Tanda jasa ini tanda kehormatan pemerintah atas upaya anggota TNI/Polri yang dianugerahkan pada periode 1975-1999 untuk mereka yang berjasa dalam menanggulangi masalah keamanan di wilayah Nusa Tenggara Timur (saat itu Timtim masih ada pada teritorinya).

Dia juga sempat menduduki sebagai asisten operasi Kasdam IM di awal pembentukan Kodam Iskandar Muda Aceh tahun 2002. Pada saat itu, Aceh juga masih masuk wilyah operasi militer yang dilakukan TNI dan Polri (2003-2004), karena Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Soenarko diangkat menjadi Danjen Kopassus pada akhir 2007-Juli 2008. Lalu Soenarko diangkat sebagai Pangdam Iskandar Muda hingga 2009.

Baca Juga: Senjata Ilegal dan Tuduhan Makar pada Sang Jenderal

Sebelumnya, nama Soenarko ikut terseret dalam kasus makar terkait isu people power yang digaungkan kubu Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Video Soenarko yang dinilai memprovokasi dan mengadu domba jadi viral di media sosial.

Soenarko dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh seorang pengacara bernama Humisar atas tuduhan makar. Soenarko dilaporkan dengan Pasal 110 juncto 108 UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP tentang Makar dan Pasal 163 bis juncto 146 KUHP tentang Kejahatan terhadap Ketertiban Umum.



Tonton video Wiranto Sebut Eks Danjen Kopassus Selundupkan Senjata dari Aceh:

[Gambas:Video 20detik]


Catatan 'Perang' Eks Danjen Kopassus Soenarko
(rdp/fjp)