Antisipasi Harga Naik, APTRI & PTPN IX Gelar OP Gula Pasir

Antisipasi Harga Naik, APTRI & PTPN IX Gelar OP Gula Pasir

- detikNews
Jumat, 07 Okt 2005 12:26 WIB
Semarang - Menjelang lebarang, Natal dan Tahun Baru harga-harga kebutuhan pokok dipastikan naik drastis. Untuk mengantisipasi hal itu, APTRI (Asosiasi PetaniTebu Rakyat Indonesia) dan PTPN IX Jateng menggelar operasi pasar (OP) untuk gula pasir.OP dilakukan di 20 titik di Jateng. Sepuluh titik yang ditangani APTRI diantaranya, Pasar Kendal, Mangkang, Ngaliyan, Sampangan, Banyumanik, Peterongan, Johar, Jatingaleh, Demak, dan Mrican. Sedangkan, 10 titik lainnya jadi bagian PTPN IX dan investor.Dalam OP itu, gula pasir seharga Rp 5.500 per kilogram. "Kalau di pasaran harga gula sudah Rp 5.800 sampai Rp 6.000. Harga OP kami menguntungkan petanimaupun pihak lain," tutur Ketua DPC APTRI Klaten Syaefudin Setiyono ketika ditemui di Pasar Johar Semarang, Jl Kauman, Jum'at (7/10/2005).Kalau ada yang membeli setengah kwintal, maka harga per kilogramnya berubah menjadi Rp 5.200. Tidak lagi Rp 5.500. Hal itu dilakukan untuk meringankan pembeli yang ingin gula dalam jumlah banyak.Di setiap titik, APTRI dan PTPN membawa 1 ton gula pasir. Gula pasir itu dibungkus per 1, 2 , 5, dan 50 Kg. "Seberapa pun permintaan akan kami layani. Kami bawa banyak," kata Setiyono berpromosi.OP akan dilakukan sepanjang Okotober - Desember. APTRI menargetkan, 700 ton gula pasir akan habis dalam masa OP. "Hari ini yang pertama. Untuk waktu-waktu selanjutnya, kami sudah jadwalkan. Tapi masih harus bernegosiasi dengan PTPN dan pihak-pihak yang terlibat," terangnya.Setiyono tidak membantah kalau OP dilakukan dalam rangka mengantisipasi harga di pasaran terutama menjelang lebaran, Natal, tahun baru. Dia jugamengatakan, kenaikan harga gula pasir juga dipicu kenaikan BBM beberapa waktu lalu."Ini kan harga barang sudah naik terus. Jadi untuk meringankan masyarakat sekaligus mendistribusikan barang milik petani, kami menggelar operasi," imbuh Setiyono.Dalam operasi yang digelar mulai pukul 09.00 WIB itu, meski sudah diberi harga dibawah pasaran, sejumlah pembeli masih menggerutu. Mereka ingin harga gulapasir lebih rendah lagi dibanding harga OP."Kalau bisa ya Rp 5.000 per kilogramnya. Kalau cuma selisih Rp 500 ya sama saja dengan harga pasaran," tutur seorang pembeli sambil meninggalkan tenda,dimana OP digelar di Pasar Johar. (nrl/)


Berita Terkait