detikNews
Rabu 29 Mei 2019, 14:27 WIB

Kisah Inspiratif Marbot Keliling Pembersih Masjid Tanpa Dibayar

Isfari Hikmat - detikNews
Kisah Inspiratif Marbot Keliling Pembersih Masjid Tanpa Dibayar Andi Jaya, pembersih masjid gratis (Isfari Hikmat/detikcom)
Depok - Pria ini cuma punya niat sederhana, ingin bermanfaat bagi banyak orang. Dia lantas membersihkan karpet masjid di berbagai tempat, tanpa memungut biaya.

Andi Jaya (48) tergerak memberikan pelayanan membersihkan karpet masjid secara cuma-cuma karena kecintaannya terhadap masjid. Andi ingin bermanfaat bagi masyarakat banyak di sela-sela kesibukannya menjadi guru SMP dan SMA As Shof, Cilodong, Depok. Idenya tercetus saat dia berdoa di Mekkah pada 2009 lalu.

Andi warga kompleks Kemang Swatama, Cilodong, Depok ini awalnya tergerak menawarkan jasa membersihkan karpet masjid lewat grup WhatsApp. Tujuannya agar mereka yang melaksanakan salat di masjid bisa merasakan manfaatnya.

"Awalnya sih pada waktu saya haji tahun 2009, saya berdoa agar menjadi orang bermanfaat bagi orang banyak. Lalu cari-cari ide apa agar bermanfaat bagi banyak orang. Saya pernah dengar gerakan mukena bersih, dari situ saya pikir ini ide yang bagus nih. Tapi jangan meniru yang begitu juga. Saya cari-cari yang lain, akhirnya ketemu lah ide itu membersihkan karpet masjid," ujarnya, Senin (27/5/2019).

Awalnya anggota grup WhatsApp menyambut baik niatnya sehingga dengan mudah menyebar luas ke banyak pengurus masjid. Pernah juga dia mendatangi langsung pengurus masjid, namun tidak semua menyambut antusias.

"Saya malah pernah dikira sales alat penghisap debu," ungkapnya.

Kisah Inspiratif Marbot Keliling Pembersih Masjid Tanpa DibayarAndi Jaya membersihkan masjid (Isfari Hikmat/detikcom)
Andi memang melakukan kegiatannya menggunakan alat penghisap debu, awalnya dia menggunakan alat yang murah. Namun hasil kerjanya tidak terlalu memuaskan. Tahapan kerjanya pun tidak praktis sehingga pekerjanya jadi lebih berat. Pernah juga dia membayar orang untuk membantunya, namun orang tersebut kini sudah ada pekerjaan lain.

"Saya mencari-cari di internet alat yang cocok, pernah ada yang bagus tapi harganya mencapai ratusan juta rupiah," kata Andi.

Belum lagi teknik membersihkan karpetnya memerlukan tempat khusus untuk mencuci basah karpet tersebut. Terlebih dia membutuhkan kendaraan untuk mengangkut karpet-karpet tersebut.

Akhirnya dia menemukan penghisap debu yang dia inginkan, harganya Rp 15 juta namun bisa dicicil dua kali. Dia pun berdiskusi dengan istrinya terlebih dahulu karena terpaksa menggunakan anggaran belanja. Andi memang mencari alat yang ringan dan mudah dibawa-bawa naik motor, sehingga dapat bekerja sendiri.

Kini jasanya sudah tersebar hingga ke seluruh penjuru Depok, bahkan pernah hingga wilayah Jakarta. "Insya Allah modalnya nggak terlalu besar namun manfaatnya dapat berguna bagi banyak orang. Kalau bisa dengan modalnya sedikit, pahalanya maksimal," ujar mantan dosen UI ini.

Dalam sebuah kisah, Ummu Mahjan yang sudah meninggal mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Rasulullah pun bertanya tentang amalan apakah yang paling bernilai di sisi Allah SWT semasa hidupnya. Nabi akhirnya mendapat jawaban bahwa semasa hidupnya Ummu selalu menyempatkan diri membersihkan masjid.



(isf/fay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed