9 Proyek Deptan Termasuk Vaksin Flu Burung Diduga Dikorup

9 Proyek Deptan Termasuk Vaksin Flu Burung Diduga Dikorup

- detikNews
Jumat, 07 Okt 2005 12:00 WIB
Jakarta - Korupsi di Indonesia makin menggurita saja. Bahkan merebaknya wabah flu burung pun jadi 'momen' untuk korupsi. Walah!Kali ini Departemen Pertanian (Deptan) diduga melakukan korupsi dalam 9 proyeknya. Salah satu proyek yang diduga turut dikorup, ya itu tadi, proyek pembuatan vaksin flu burung.Dugaan korupsi itu dilaporkan Inspektur Jenderal (Irjen) Deptan Zainal Bachruddin kepada Direktur Penyidikan Pidana Khusus Kejagung Soewandi di Gedung Bundar, Kejagung, Jalan Hasanuddin, Jakarta, Jumat (7/10/2005).Tim Khusus Inspektorat Jenderal (Itjen) Deptan menemukan 9 kasus yang terindikasi KKN di lingkungan Deptan pada periode 1999-2004. Deptan masih melakukan penghitungan final mengenai kerugian negara akibat korupsi tersebut.Tapi angka sementara untuk 8 kasus, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 733,782 miliar. Sementara satu kasus, yakni impor daging ilegal, mempunyai potensi kerugian negara Rp 20 triliun per tahun.Zainal lantas memerinci 5 kasus besar yang nilai kerugiannya di atas Rp 25 miliar. Pertama, pembuatan vaksin flu burung pada tahun 2004 yang merugikan negara Rp 56,9 miliar. Kedua, pembuatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan tahun 2003-2005 dengan kerugian Rp 28,3 miliar.Ketiga, pembangunan sentra produksi dan pengembangan ayam buras yang merugikan negara Rp 121,3 miliar. Keempat, pembangunan rumah potong hewan dengan potensi penyimpangan Rp 69,8 miliar. Dan kelima, pengadaan alat dan mesin pertanian yang merugikan negara Rp 60,765 miliar.Dalam laporannya, Deptan tidak mau menyebut pejabat yang diduga terlibat korupsi tersebut. Itjen Deptan juga menolak disebut melaporkan Menteri Pertanian periode 1999-2004 sebagai pihak yang diduga terlibat."Itjen hanya memberi bahan-bahan kepada Kejagung yang bisa menjadi petunjuk adanya keterlibatan beberapa pejabat, mantan pejabat, panitia dan rekanan pelaksana proyek," kata Zainal.Untuk diketahui, Menteri Pertanian pada periode tersebut ada 2 orang, yakni M Prakosa pada era Gus Dur, lalu Bungaran Saragih pada era Megawati.Vaksin Flu Burung Dari 9 kasus korupsi itu, Deptan meminta kasus pembuatan vaksin flu burung menjadi prioritas utama. Dugaan sementara, kasus flu burung merebak secara luas akibat vaksin yang tidak efisien karena dananya dikorupsi.Laporan Pemda Bali, Jatim, Jateng dan Jabar tahun 2004 menunjuk tingkat proteksi vaksin hanya berkisar 11,8-28 persen. Hal ini terjadi karena kualitas vaksin yang diproduksi tidak memenuhi persyaratan."Bahaya sekali kalau kita biarkan. Kelak kita harus bisa vaksinasi dengan vaksin yang efisien 100 persen," kata staf ahli Menteri Pertanian, Mulyanto. (iy/)


Berita Terkait