detikNews
Rabu 29 Mei 2019, 12:17 WIB

Ring 1 Jokowi dan 4 Pejabat yang Jadi Target Hitman

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Ring 1 Jokowi dan 4 Pejabat yang Jadi Target Hitman Kapolri Tunjukkan Senjata Serbu M-4 yang Sedianya Dipakai di 22 Mei. (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Polisi telah mengungkap empat pejabat negara yang akan jadi target pembunuh bayaran. Nama-nama pejabat yang masuk target 'hitman' ini merupakan orang-orang yang berada dalam lingkaran ring 1 di bidang politik, hukum, dan keamanan.

Pembunuh bayaran atau yang dikenal luas di dunia internasional dengan sebutan 'hitman' kerap dianggap sebagai profesi yang hanya ada di dunia fiksi. Padahal profesi hitman ini memang benar-benar ada di dunia nyata. Bahkan data soal hitman dan tarifnya di beberapa negara ada di internet. Namun data itu bisa ditemukan jika kita mampu mengakses deep web (web dalam).



Pejabat negara yang menjadi target hitman 22 Mei yang pertama adalah Menko Polhukam Wiranto. Wiranto membidangi koordinasi terkait perencanaan dan penyusunan kebijakan serta sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang politik, hukum, dan keamanan. Peran Wiranto cukup strategis dalam upaya menjaga stabilitas negara.

Sedangkan target pembunuhan selanjutnya adalah Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Bidang yang ditangani oleh Luhut tidak berkaitan langsung dengan bidang polhukam. Namun Luhut sebelumnya pernah menjabat Menko Polhukam. Selain itu, Luhut sering dianggap sebagai tangan kanan Presiden Jokowi, yang sering diutus untuk melakukan negosiasi politik. Misalnya, saat Luhut diutus untuk menemui Prabowo.

Lalu, ada pula nama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. Budi merupakan orang yang perannya sangat penting dalam mengumpulkan informasi berdasarkan fakta untuk mendeteksi dan melakukan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan setiap ancaman terhadap keamanan nasional.



Kemudian, target hitman selanjutnya adalah Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere. Selain punya peran strategis di bidang intelijen, dia termasuk perintis Densus 88 Antiteror. Prestasinya di bidang pemberantasan teroris juga gemilang. Dia pernah memimpin perburuan pelaku bom Bali I, yang terjadi pada 2002. Gories pernah berhasil melacak keberadaan teroris asal Malaysia yang menjadi aktor intelektual pengeboman, yaitu Dr Azahari.

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto tak gentar ketika tahu dirinya masuk daftar hitman. Wiranto menyatakan tidak akan surut terhadap ancaman dan akan terus menegakkan kebenaran.

"Memang yang diancam tidak hanya empat orang, ada pejabat-pejabat lain yang juga diancam seperti yang saya alami. Tapi saya kira kita tidak perlu surut dengan ancaman itu. Dan kita tetap teguh untuk menegakkan kebenaran, menegakkan keamanan nasional," ujar Wiranto di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).

Menurut Wiranto, rencana pembunuhan kepada pejabat negara itu dimaksudkan untuk memberikan rasa takut agar pejabat tersebut mengurangi aktivitasnya dan menjadi lemah. Namun Wiranto menegaskan dirinya tidak seperti itu.

"Biarpun ada ancaman pembunuhan ya, kita semua tetap bekerja keras sesuai dengan prosedur yang ada, dengan orientasi kami adalah mengamankan keselamatan negara. Soal nyawa itu ada di tangan Tuhan Yang Mahakuasa, Allah SWT," tegasnya.

Lantas, mengapa nama-nama pejabat itu masuk target hitman 22 Mei? Pengamat intelijen Stanislaus Riyanta mengatakan empat pejabat tersebut masuk target pembunuhan karena mereka berada di lingkaran ring 1 Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menilai orang-orang ring 1 ini punya wewenang di beberapa bidang strategis.

"Empat pejabat tersebut adalah ring 1 Pak Jokowi yang membidangi hal-hal strategis, seperti keamanan, politik, hukum, dan intelijen. Dan kinerja bidang-bidang tersebut yang semakin kuat dan membaik tentu akan membuat pihak-pihak tertentu yang mencoba mengganggu negara, sehingga nantinya negara menjadi terusik," kata Stanislaus saat dihubungi detikcom, Rabu (29/5).

Selain itu, dia menjelaskan mengapa presiden tidak masuk daftar target hitman. Menurutnya, presiden dilindungi oleh Paspampres.

"Kenapa bukan presiden? Ya karena tentu tidak semudah itu mewujudkan ancaman kepada presiden, ada Paspampres dan paling penting adalah ada hukum yang melindungi setiap warga negara. Jadi kelompok ini menargetkan para pembantu presiden (ring 1) dengan tujuan untuk melemahkan presiden," katanya.



Dia juga menjelaskan strategi pembunuhan orang-orang di area ring 1 ini memang biasa dilakukan oleh kelompok hitam. Sebab, kata dia, kelompok ini kerap terganggu oleh kinerja mereka dalam bidang yang ditanganinya.

"Ini untuk melemahkan presiden sehingga kelompok ini menjadi lebih bebas dalam mencapai tujuannya. Patut dicatat bahwa kelompok hitam selalu terganggu dengan penegakan hukum dan intelijen," ujarnya.
(rdp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed