Menhub Minta Pengusaha Bus Tak Naikkan Setoran Terlalu Tinggi

Menhub Minta Pengusaha Bus Tak Naikkan Setoran Terlalu Tinggi

- detikNews
Jumat, 07 Okt 2005 11:27 WIB
Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) selalu menjadi momok bagi para sopir. Sebab, kenaikan setoran biasanya lebih tinggi persentasenya dari kenaikan tarif. Agar sopir tidak dirugikan, para pemilik angkutan diminta tidak menaikkan setoran terlalu tinggi.Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, di sela-sela inspeksi mendadak ke Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, menemukan adanya persentase kenaikan setoran yan melebihi kenaikan tarif. Misalnya, sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang dikenai setoran Rp 850.000 dari sebelumnya Rp 600.000."Ini artinya setoran mencapai 40 persen lebih. Jangan sampai karena ini pendapatan sopir berkurang," kata Hatta kepada wartawan di Terminal Pulogadung, Jakarta, Jumat (7/10/2005).Menurut Hatta, harus ada pembicaraan yang intens dan baik antara sopir dengan pemilik. "Saya juga akan membicarakan masalah ini ke Organda. Jadi, walaupun income naik, pendapatan sopir jangan sampai turun. Setoran naik itu boleh, tapi dalam batas yang wajar," katanya.Dalam kesempatan itu Hatta juga menyampaikan kesan-kesan positif atas hasil sidaknya. Umumnya para sopir angkutan cukup tertib dalam menaikkan tarif. Misalnya tarif bus Kowanbisata 511 jurusan Pulogadung-Depok yang naik dari 1.700 menjadi 2.000. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini