detikNews
Senin 27 Mei 2019, 19:07 WIB

PDIP Singgung Juni Bulan Lahir Pemimpin Bangsa, Bung Karno hingga Jokowi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
PDIP Singgung Juni Bulan Lahir Pemimpin Bangsa, Bung Karno hingga Jokowi Ahmad Basarah dalalm acara Peringatan Hari Lahir Pancasila. (Foto: Nur Azizah/detikcom).
Jakarta -
PDI Perjuangan menggelar Lingkar Dialog Pancasila untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Acara tersebut dihadiri perwakilan organisasi keagamaan semua agama di Indonesia.

Acara dibuka oleh sambutan dari Wasekjen PDIP Ahmad Basarah. Basarah mengawali sambutannya dengan salam dan selawat.

"Saya sengaja mengawali sambutan saya dengan salam dan selawatan. Ini supaya PDIP tidak dituduh partai kafir dan komunis," ujar Basarah di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019).

Pernyataan Basarah tersebut disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin. Basarah menyampaikan alasan mengapa peringatan Hari Lahir Pancasila dilakukan hari ini dan bukan 1 Juni mendatang. Acara dipercepat mengingat tanggal 1 Juni sudah mendekati Idul Fitri.


"Kenapa kita selenggarakan pada 27 Mei ini karena kita memperhitungkan dan mempertimbangkan karena tanggal 1 Juni yang akan datang ini bangsa Indonesia wabilkhusus penduduk Jakarta sudah kembali ke kampungnya masing-masing," jelas Basarah.

"Kita tidak ingin peringatan Hari Lahirnya Pancasila tidak dihadiri oleh bangsa Indonesia, tokoh-tokoh bangsa Indonesia hanya karena masyarakat sudah pada pulang kampung," imbuhnya.

Basarah lalu menjelaskan bahwa keluarga besar PDIP telah menetapkan bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno. Sebab, banyak peristiwa penting yang menyangkut pribadi dan perjuangan sang proklamator.

"Keluarga besar PDIP, kita telah menetapkan bulan Juni itu sebagai bulan Bung Karno. Karena bulan Juni banyak peristiwa penting yang menyangkut diri pribadi dan perjuangan Bung Karno," sebut Basarah.

"Pertama tanggal 6 Juni 1901 itu adalah hari lahirnya Bung Karno; 1 Juni 1945 ditetapkan sebagai Hari Lahirnya Pancasila; 21 Juni 1970 adalah hari wafatnya Bung Karno," tambahnya.

Wakil Ketua MPR ini lalu menyampaikan bahwa bulan Juni adalah hari lahir para pemimpin bangsa. Basarah mencontohkan, dari Presiden RI pertama Sukarno, presiden kedua Soeharto, presiden ke-3 BJ Habibie, hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Memang bulan Juni ini adalah bulan lahir para pemimpin bangsa. Selain Bung Karno (lahir) tanggal 6 Juni, Pak Harto lahir 8 Juni. Yang tepuk tangan Pak Harto berarti kroninya Orde Baru, ha-ha-ha...," ujarnya berkelakar.


"Pak Habibie lahir pada tanggal 25 Juni, presiden ketiga. Dan presiden ketujuh Joko Widodo lahir pada tanggal 21 Juni. Dan bagi saudara-saudara yang lahir bulan Juni, bersyukurlah atas rahmat Tuhan ini," lanjut Basarah.

Acara Lingkar Dialog Pancasila ini dihadiri oleh perwakilan dari Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), serta Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia.

Selain itu, hadir perwakilan dari Setara Institute dan para mahasiswa. Mereka bergantian menyampaikan pandangannya tentang Pancasila dan bagaimana penerapannya saat ini di Indonesia.



Simak Juga 'Saat Jokowi dan Megawati Saling Mengucapkan Selamat':

[Gambas:Video 20detik]


(azr/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed