DetikNews
Senin 27 Mei 2019, 14:53 WIB

Dubes RI untuk Swiss Mengaku Ditanya Ulang KPK soal Kasus Century

Ibnu Hariyanto - detikNews
Dubes RI untuk Swiss Mengaku Ditanya Ulang KPK soal Kasus Century Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D Hadad mengaku hanya mengulang keterangannya berkaitan dengan penyelidikan perkara Bank Century yang diusut KPK. Namun Muliaman yang kini menjabat Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss itu tidak terlalu detail menerangkan keterangan apa saja yang disampaikannya ke penyidik.

"Hanya mengecek yang lama. Ada perubahan keterangan atau tidak. Itu saja, makanya cepat selesai," ujar Muliaman di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019).

"Ya pemeriksaan yang lama dulu aja, dicek aja lagi," imbuhnya.

Muliaman tidak merinci apakah pemeriksaannya menyinggung soal nama-nama lain dalam putusan mantan Deputi Gubernur BI Budi Mulya. Setelahnya, Muliaman bergegas meninggalkan KPK.

Sebelumnya, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyebutkan pemeriksaan Muliaman adalah berkaitan dengan penyelidikan kasus Bank Century. Namun Febri tidak merinci tentang kasus tersebut karena masih dalam tahap penyelidikan.

Kabar terakhir dari KPK mengenai penyelidikan tersebut disampaikan pada November 2018. Saat itu Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebutkan bila tim KPK KPK tengah mendalami dugaan keterlibatan pihak lain yang disebut dalam putusan mantan Deputi Gubernur BI Budi Mulya.

"Kita ini kan meneruskan apa yang diputuskan oleh Mahkamah Agung, bahwa Budi Mulya di dalam melakukan tindak pidana itu bersama-sama dengan yang lain, kita kan menindak lanjuti itu. Kita sedang melakukan proses penyelidikan untuk mendalami sejauh mana keterlibatan pihak yang disebutkan dan diputus oleh Mahkamah Agung," ucap Alexander saat itu.


Sebelumnya, berkaitan dengan penyelidikan perkara Bank Century, KPK telah meminta keterangan sejumlah orang, antara lain mantan Deputi Senior BI Miranda Goeltom, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, mantan Deputi Gubernur BI Budi Mulya hingga mantan Wapres Boediono.

Budi Mulya yang merupakan eks Deputi Gubernur BI yang dihukum 10 tahun penjara dalam kasus ini. Dia terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam proses pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penentuan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Majelis hakim menilai perbuatan Budi Mulya dan sejumlah orang lainnya telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 689,894 miliar dalam pemberian FPJP dan penyertaan modal sementara (PMS) dua tahap, yakni Rp 6,7 triliun dan Rp 1,250 triliun, sehingga total dana yang digelontorkan untuk penyelamatan Century mencapai Rp 8,012 triliun.

Sedangkan di tingkat kasasi, hukuman Budi Mulya diperberat menjadi 15 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA).
(ibh/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed