Pengamat: Angka Belanja Transport Warga Jakarta Tinggi

Pengamat: Angka Belanja Transport Warga Jakarta Tinggi

- detikNews
Jumat, 07 Okt 2005 00:45 WIB
Jakarta - Belanja transport masyarakat di Jakarta mencapai 15 persen. Dan dengan kenaikan harga BBM, belanja meningkat jadi 20 persen. Angka ini jauh lebih tinggi daripada Cina yang hanya 7 persen. "Ini dikarenakan dalam pricing policy, hanya menitikberatkan pada biaya operasional operator dan mengabaikan indeks belanja transport masyarakat. Karena itu publik dibebani semua biaya," kata Ketua Divisi Advokasi YLKI, Sudaryatmo di kantor The Indonesian Institute, Gedung Wisma Nusantara, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (6/10/2005).Menurut Sudaryatmo, kebijakan pemerintah selalu berdampak dan tidak meningkatkan income masyarakat. "Ini dikarenakan tidak ada financial checkup, maka kita tidak pernah tahu apakah masyarakat kuat menyangga atau tidak," tambahnya.Karena itu biaya transportasi jadi lebih tinggi. Di Indonesia masyarakat menengah ke bawah adalah yang paling banyak mengeluarkan uang untuk biaya transportasi. "Ini menunjukan adanya inefisiensi dalam transportasi kita," jelasnya.Sudaryatmo juga menyayangkan, penataan trayek di Jakarta yang masih overlap, di Jalan Matraman dilalui mikrolet, bajaj, bus besar dan sedang. Padahal bus besar dan sedang saja sudah cukup. "Lagipula tarifnya juga masih tinggi sehingga membebani masyarakat," keluhnya.Dalam kesempatan yang sama Direktur Eksekutif Indonesian Rail Watch (IRW), Taufik Hidayat mengungkapkan banyaknya masalah yang dihadapi perkeretaapian di Indonesia. "Rata-rata dalam setahun KA kita mengalami 3.100 kali gangguan persinyalan dan 400 kali dalam setahun kita menghadapi masalah lokomotif yang mogok," ujar Taufik.Sehubungan dengan angkutan lebaran, Taufik mengatakan, perlunya perhatian lebih pada arus balik. Hal ini dikarenakan tiga hingga empat tahun terakhir kecelakaan banyak terjadi pada arus balik."Yang paling riskan adalah lokomotif yang mogok, gangguan persinyalan dan track yang mengakibatkan kecelakaan serta anjloknya KA," tambah Taufik. (ahm/)


Berita Terkait