RSPI Sulianti Akan Selidiki Kasus Keluarga Ilyas
Kamis, 06 Okt 2005 17:29 WIB
Jakarta - Meski menganggap tugasnya sudah selesai, RSPI Sulianti Saroso akan tetap menyelidiki kasus yang menimpa keluarga almarhum Ilyas Salim (20 bulan). Khususnya kutipan uang yang diminta dari keluarga malang tersebut."Kalau keluarga Ilyas dimintai uang, saya akan cek dulu ke pihak yayasan dan koperasi pegawai RSPI karena yayasan itu di bawah naungan koperasi," ungkap Ketua KLB Flu Burung RSPI Sulianti Saroso, Sardikin Giriputro di kantornya, Jalan Sunter Baru, Jakarta Utara, Kamis (6/10/2005).Keluarga Ilyas, pasien suspect flu burung yang meninggal pukul 21.15 WIB, Rabu kemarin, sempat dimintai uang oleh petugas jenazah RSPI sebesar Rp 1,4 juta. Dana itu untuk biaya pemulasaran jenazah, mulai dari dimandikan, dikafankan sampai peti jenazah. Namun karena keterbatasan dana, keluarga Ilyas hanya menyerahkan dana Rp 450 ribu. Dengan uang tersebut, jenazah Ilyas dibawa pulang tanpa peti.Soal biaya, Sardikin menyatakan, tidak dipungut biaya. Bahkan rumah sakit masih bertanggung jawab sampai tahap pemulasaran dan pemlastikan pasien suspect flu burung yang meninggal dunia. "Soal pemakaian peti biayanya memang ditanggung keluarga, pasien-pasien flu burung sebelumnya juga begitu. Soal tidak memakai peti ini saya serahkan kepada keluarga. Kan ada juga agama yang tidak memperbolehkan memakai peti," papar Sardikin.Mengenai plastik yang dibuka keluarga Ilyas saat almarhum akan dimakamkan, ia juga menyatakan bukan tanggung jawabnya. "Rumah sakit tidak mengawasi sampai pemakaman. Kalau misalnya pasien akan dimakamkan di luar negeri, bagaimana?" kilahnya.
(umi/)











































