Masnin Makin Jauh dari Azahari

Masnin Makin Jauh dari Azahari

- detikNews
Kamis, 06 Okt 2005 16:38 WIB
Sukabumi - Masnin Hasan Basri (52) yang ditangkap polisi karena mencurigakan, semakin jauh dari dugaan bahwa dia adalah Azahari, buron kasus bom. Masnin hanyalah warga biasa, yang mengaku asal Medan. Yang mencurigakan, istrinya, Lilis Rosafitri (32), tidak mengetahui seluk-beluk Masnin.Dari penelusuran detikcom, bisa dipastikan bahwa Masnin bukanlah Azahari. Aktivitas keseharian pria berkacamata ini tidak menunjukkan bahwa dia adalah orang yang militan. Dia hanya menjaga warung kelontong miliknya, tidak menunjukkan gerak-gerik mencurigakan seperti yang dilakukan para tersangka terorisme jaringan Azahari.Masnin mengontrak rumah milik H Suwardi di Kampung Benteng RT 8/5, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat sejak dua minggu lalu. Dia mengontrak rumah yang terdapat kios kelontongnya itu dengan harga Rp 2,4 juta per tahun. Sebelumnya dia tinggal di Kecamatan Parungkuda, Sukabumi sejak 10 tahun lalu.Aktivitas ke-Islamannya juga tampak biasa saja. Hanya ikut mengaji di kampung Babakan, kampung sebelah Kampung Benteng seminggu sekali. Istri yang dinikahi di bawah tangan, Lilis, juga tidak mengenakan pakain muslimah, apalagi bercadar. Bahkan, saat ditemui detikcom, Kamis (6/10/2005), Lilis hanya mengenakan daster.Yang memang agak mencurigakan, Masnin menutupi identitasnya kepada Lilis. Lilis mengaku tidak mengetahui secara detil tentang identitas dan pribadi suaminya. "Saat kenal dan menikah pada tahun 1996, saya mengetahuinya bahwa bapak berasal dari Medan dan sudah yatim piatu," kata dia.Meski tidak terus terang tentang identitasnya, Lilis tetap saja jatuh cinta kepada Masnin. Bahkan, Lilis pun rela dinikahi di bawah tangan. Hasil perkawinan Masnin-Lilis telah membuahkan putra bernama Iman Sofi yang berumur 9 tahun.Saat ditanya apakah suaminya berkewarganegaraan Singapura, Lilis benar-benar tak tahu. Lilis juga tidak tahu mengenai kepemilikan paspor suaminya. Bahkan, dia juga tidak mempermasalahkan bila suaminya dideportasi ke Singapura.H Suwardi, pemilik rumah, juga mengaku tidak mengetahui secara jelas identitas Masnin. "Dia baru dua minggu di sini. Saya nggak tahu banyak tentang dia. Dia hanya kerja menunggu warung," ungkap Suwardi kepada detikcom.Sulaiman, tetangga Suwardi juga tidak mengetahui banyak tentang Masnin. Sulaiman pernah bertanya kepada Masnin tentang asal. "Dia menjawab, ibunya dari Banten, bapaknya Medan," kata Sulaiman. Menurut Sulaiman, Misnan sering ikut mengaji setiap Kamis di Kampung Babakan Sari, kampung sebelah Benteng. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads