BBM Naik, Pengojek Pasrah Motor Kreditannya Ditarik Leasing
Kamis, 06 Okt 2005 15:22 WIB
Padang - Sejumlah tukang ojek di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengaku hanya bisa pasrah dengan naiknya harga premium menjadi Rp 4.500/ liter.Selain memperberat beban ekonomi keluarga, kenaikan harga BBM juga membuat mereka harus rela kalau motor kredit yang selama ini digunakan ditarik pihakleasing."Biasanya, dari ngojek saya dapat sekitar Rp50.000/hari. Setelah dikurangi simpanan untuk angsuran motor, beli BBM, dan beli rokok, paling-paling saya hanya bisa bawa pulang uang sekitar Rp15.000 sampai Rp 20.000/hari. Setelah harga BBM naik, saya hampir nggak bisa ngasih belanja ke istri," ujar Epi (32),seorang tukang ojek ketika ditemui detikcom sedang mangkal di simpang Asrama Haji Padang, Kamis (6/10/2005).Dikatakan Epi, dirinya hanya bisa pasrah kalau nanti pihak leasing terpaksa harus menarik motor yang baru dimilikinya sekitar empat bulan lalu itu. "Dihitung-hitung, sepertinya saya nggak bakalan sanggup bayar angsuran lagi.Sekarang saya lagi pikir-pikir cari kerjaan lain," ujarnya.Hal senada juga diungkapkan Mak Nameh (42). Pengojek yang biasa mangkal di Simpang Gia Padang ini mengaku tidak lagi ngotot mempertahankan motor yang diperolehnya secara kredit sekitar 5 bulan lalu itu. "Selama ini, saya sudah ngutang sana sini buat bayar angsuran motor. Kalau terus dipaksakan sampai 3 tahun, saya kuatir justru hutang saya yang tambah banyak," demikian Mak Nameh.
(nrl/)











































