Cari Pelaku Bom Bali II, Hotel Nirwana, Nganjuk Sempat Disisir

- detikNews
Kamis, 06 Okt 2005 15:24 WIB
Surabaya - Semua Polda diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan terkait bom Bali II. Polda Jawa Timur (Jatim) melakukan penyisiran dan razia ke tempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat persembunyian pelaku bom Bali II, termasuk menyisir Hotel Nirwana, Nganjuk.Hotel Nirwana ini beralamatkan di Jl. Subroto, Nganjuk dan cukup terkenal. Beberapa jam setelah ledakan bom di Kuta dan Jimbaran, Bali, Sabtu (1/10/2005), hotel ini kedatangan tamu yang mencurigakan. Karena itu, polisi menyisir hotel ini.Saat dikonfirmasi hal ini, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Endro Wardoyo tidak membantah. "Laporan itu memang ada. Tapi saya tidak bisa menjelaskan," kata Endro saat ditemui di Mapolda Jatim, Jl. Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (6/10/2005).Prinsipnya, kata Endro, sesuai dengan perintah pimpinan Polri, semua anggota di jajaran Polda Jatim harus meningkatkan kewaspadaan dan razia. Polisi melakukan penyisiran di semua tempat yang dicurigai sebagai tempat persembunyian pelaku bom, seperti di Nganjuk, Lamongan, Madiun, Mojokerto, dan Surabaya."Tim gabungan Polda Jatim dan Mabes Polri sudah berputar-putar ke semua daerah untuk menyisir tempat-tempat yang dicurigai," kata Endro.Kabar yang beredar, ada tiga orang datang ke Hotel Nirwana untuk check in pada pukul 23.00 WIB, Sabtu (1/10/2005). Mereka check in atas sebuah nama yang berinisial DBA, warga Panarukan. Ketiganya datang mengendarai mobil berplat B.Ketiga orang itu menginap di kamar 230. Namun pukul 04.00 WIB, Minggu (2/10/2005), mereka sudah meninggalkan hotel. Saat check out, orang yang mengurusi pembayaran berbeda dengan orang yang mengurus check in.Sementara itu, Endro juga tidak menampik tentang aktivitas penyelidikan Detasemen Khusus (Densus) Antiteror di Madiun sejak dua bulan lalu, setelah ada kabar kepulangan 21 anggota Jamaah Islamiyah (JI) setelah dilatih di Thailand."Laporannya memang ada. Tapi saya tidak bisa menjelaskan. Semua daerah di Jatim mendapat prioritas untuk diawasi. Tempat-tempat yang diduga ada pelaku, kita sisir," imbuh Endro.

(asy/)