Masih Diantre, Minyak Tanah di Palembang Tembus Rp 5.000

Masih Diantre, Minyak Tanah di Palembang Tembus Rp 5.000

- detikNews
Kamis, 06 Okt 2005 15:13 WIB
Palembang - Memasuki hari kedua bulan puasa dan pembagian Kartu Kompensasi BBM (KKB), sebagian besar masyarakat Palembang masih antre membeli minyak tanah. Bahkan, di daerah pinggiran Kota Palembang, minyak tanah sulit didapatkan.Antrean pembelian minyak tanah itu, terlihat di kawasan pemukiman warga di Kertapati, Plaju, dan Sekojo. Bahkan, sebagian warga harus kecewa karena sudah antre seharian tetapi tidak mendapatkan minyak tanah.Minyak tanah yang dijual pun cukup tinggi yakni Rp 3.000 per liter,. meskipun ada sebagian yang menjual dengan harga Rp 2.600 per liter. "Kami nih tinggal dekat pabrik minyak, tapi harus antre beli minyak tanah seperti ini," kata Dian, warga Sentosa, Plaju, sekitar 500 meter dari pabrik Pertamina Plaju Palembang.Hasan, pengecer minyak tanah di Sentosa Plaju, tidak mengerti kenapa masih banyak orang harus antre membeli minyak tanah. "Sudah dikasih tahu stok banyak, tapi mereka tetap antre. Saya tidak tahu kenapa," katanya."Bagaimana kami tidak mau antre, sebab kabarnya minyak tanah akan putus pengirimannya ke agen. Dari pada kami susah nanti, ya, lebih baik antre," alasan Dian.Sementara didapat kabar minyak tanah di daerah pinggiran Palembang, terutama di pemukiman nelayan, seperti di Pulau Kemaro, Sei Lais, mengalami kelangkaan. Bahkan, sejumlah warga harus membeli minyak tanah seharga Rp 5.000 per liter."Aku terpaksa membeli dengan harga itu, kalau tidak, rumah kami padam dan tidak dapat masak," kata Sukoco, warga di Pulau Kemaro yang tengah berbelanja di Pasar Induk Jakabaring Palembang."Bantuan Rp 300 ribu buat tiga bulan, sudah habis dibelikan beras, gula dan minyak tanah. Nah, mau lebaran nanti entah apa yang kami harapkan dengan barang-barang yang serba mahal?" keluh Sukoco. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini