Cabai di Palembang Juga Naik 200%
Kamis, 06 Okt 2005 14:47 WIB
Jakarta - Seperti di daerah lain, bulan puasa ini tampaknya masyarakat Palembang dilarang menikmati masakan yang pedas saat berbuka puasa maupun sahur. Bukan karena alasan kesehatan, tetapi karena harga cabai yang melonjak 200 persen!Harga cabai yang sebelumnya Rp 8-9 ribu per kilogram, kini dijual Rp 25-26 ribu per kilogram di pasar-pasar tradisional di Palembang. Bahkan, sehari sebelumnya puasa, Selasa (4/10/2005) hargai cabai sempat mencapai Rp 40 ribu per kilogram."Ya, tentu saja tidak ada yang mau membelinya, banyak cabaiyang membusuk, sehingga penjualnya hari ini menurunkan harga jadi Rp 25 ribu per kilogram," kata Lusi, warga Kertapati, saat berbelanja di Pasar Induk Jakabaring, Palembang, Kamis (6/10/2005)."Saya sempat beli Rp 26 ribu per kilogram. Ya, terpaksa, kalau tidak seperti itu, saya tidak bisa jual pempek," kata Tia, warga 3 Ilir, Palembang, yang membeli cabai di Pasar Lemabang.Menurut para pejual sayuran, kenaikan itu karena harga dari petani mengalami kenaikan. "Pokoknya harga yang kami terima sudah tinggi, mungkin karena tingginya biaya angkutan," kata Ibrahim, seorang pengecer cabai di Pasar Induk Jakabaring.Selain cabai, hampir semua sayur-sayuran juga mengalami kenaikan. cabai yang mengalami kenaikan begitu mencolok.Sementara daging sapi, yang sebelumnya dijual Rp 42 ribu per kilogram, kini dijual berkisar Rp 55-60 ribu per kilogram. Sedangkan daging ayam tidak mengalami kenaikan. "Ya, masih berkisar Rp 10 ribu per kilogram," kata Komar, pedagang daging sapi dan ayam di Pasar Lemabang.Sejak harga BBM dinaikkan pada 1 Oktober lalu, harga-harga sembako yang sebelumnya telah naik, kini kembali naik. Beras medium yang biasanya dijual Rp 3.000 per kilogram, kini menjadi Rp 3.500 per kilogram, gula pasir yang sudah naik menjadi Rp 5 ribu kini menjadi Rp 6 ribu.
(nrl/)











































