Sistem Peringatan Dini Tsunami Terbentuk, SMS 2303 Dioperasikan

Sistem Peringatan Dini Tsunami Terbentuk, SMS 2303 Dioperasikan

- detikNews
Kamis, 06 Okt 2005 14:44 WIB
Jakarta - Sembilan bulan pascabencana tsunami di Aceh dan Nias, Sumatera Utara, akhirnya sistem peringatan dini tsunami terbentuk. Sistem peringatan dini tsunami atau tsunami early warning system (TEWS) akan dimulai dengan penempatan dua unit buoys (alat deteksi tsunami) di bagian barat Sumatera. SMS2303 pun dioperasikan."Kedua alat ini merupakan pemberian pemerintah Jerman kepada Indonesia yang akan diserahterimakan pada 10 Oktober," kata Asisten Deputi Kajian Kebutuhan Iptek Kementerian Riset dan Teknologi, Dr Idwan Suhardi, dalam jumpa pers di Gedung BPPT, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Kamis (6/10/2005).Dua unit buoys ini merupakan tahap awal dari rencana menempatkan 15 unit buoys di bagian barat Sumatera untuk menjangkau seluruh tempat yang berisiko terjadi tsunami. Diharapkan pada tahun 2008, peringatan dini tsunami dapat dilakukan dalam waktu lima menit pascagempa.Dijelaskan Idwan, TEWS dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi, BMG, LAPAN, LIPI, Depkominfo, Departemen Kelautan dan Perikanan, Deplu, Bakosurtanal, Bappenas, BPPT, dan ITB. Lembaga lintas departemen ini bersama-sama membentuk grand scenario dari TEWS.Saat ini telah dibangun 28 stasiun seismometer yang akan memberikan peringatan dini dan informasi tentang lokasi dan pusat gempa dalam kurun waktu lima sampai 10 menit. Informasi mengenai gempa tersebut disebarkan melalui SMS secara autoreply ke 2303 maupun secara autosending ke nomor handphone yang masuk database BMG.Informasi juga akan disampaikan melalui email, faksimili, dan telepon ke kantor pemerintah daerah terkait, lembaga swadaya masyarakat, dan lembaga-lembaga lain yang diharapkan bisa mempercepat penyebaran peringan dini ini di suatu daerah yang baru mengalami gempa.Bagi perorangan yang ingin mengakses informasi ini dapat mengirimkan pesan bertuliskan gempa dan (spasi) nama kota ke nomor 2303. Ini untuk informasi gempa bumi yang dirasakan terakhir pada kota tersebut. Untuk peringatan dini tsunami, pesan yang diketik adalah TWS dan (spasi) nama kota.Menurut Idwan, untuk meningkatkan kesiagaan dan kesiapan masyarakat menghadapi bencana tsunami, telah dan akan dilaksanakan pelatihan dan simulasi tsunami. Pelatihan dan simulasi ini, antara lain, telah digelar di kota Padang, Sumatera Barat, dengan melibatkan pemerintah daerah, pakar/peneliti, LSM, dan masyarakat setempat. "Di samping itu telah disebarluaskan bahan publikasi seperti poster, brosur, dan pedoman tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi tsunami," jelas Idwan. (gtp/)


Berita Terkait