HET Minyak Tanah di Pangkalan Pekanbaru Rp 2.400/L
Kamis, 06 Okt 2005 14:05 WIB
Jakarta - Pemerintah Kota Pekanbaru telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak tanah Rp 2.400 per liter untuk harga di pangkalan. Bagi yang ingin mendapatkan minyak tanah di pangkalan, pemerintah tetap memberlakukan membawa kartu kendali.Keputusan menetapan HET minyak tanah di pangkalan ini, merupakan keputusan rapat koordinasi yang melibatkan pihak Pertamina, LSM, Disperindag, Polatabes serta seluruh camat di Pekanbaru."Harga HET minyak tanah di pangkalan yang ada di Pekanbaru Rp 2.400/liter itu sudah melalai perhitungan yang matang. Harga itu setelah kita hitung mulai dari harga pengambilan di Pertamina sampai ke pangkalan hingga ke masyarakat," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kota Pekanbaru, Kastalaini, kepada wartawan, Kamis (6/10/2005).Dia merinci, harga minyak tanah dari Pertamina Rp 2.000/liter plus biaya angkotan per liternya Rp 200. Dari agen sendiri mengambil keutungan Rp 80 per liter. Sedangkan pihak pangkalan mengambil keuntungan maksimal hanya Rp 200/ liter.Karena itu pemerintah kota Pekanbaru menetapan harga HET tingkat pangkalan minyak tanah Rp 2.400/liter melalui SK Walikota No 195/2005 Tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi di Pekanbaru. "Kendati demikian, bagi warga yang ingin membeli minyak tanah di pangkalan tetap saja membawa kartu kendali," kata Kastailani.Kepala Pemasaran Pertamina Cabang Pekanbaru Gandhi Sriwidodo mengatakan, dengan penetapan HET minyak tanah ini, hendaknya para agen dan pangkalan minyak tanah tidak menjual harga di luar yang telah ditentukan. Bila masih ada pihak agen dan pangkalan menjual minyak tanah diatas Rp 2.400, maka pihak Pertamina Pekanbaru tidak segan-segan mencabut izin pangkalan dan agen tersebut."Kita sudah koordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau penjualan minyak tanah di pangkalan. Kalau ada pangkalan yang menjual minyak tanah melebihi HET, silakan beritahu kepada kami. Dan kami pasti memberikan saksi yang tegas," kata Gandhi.Walau telah ditetapkan HET minyak tanah, namun hingga saat ini minyak tanah masih langka di Pekanbaru. Sejumlah pangkalan sudah mengeluh karena belum ada pasokan dari pihak Pertamina. Akibatnya, masyarakat terpaksa membeli ke pedagang eceran minyak tanah yang harganya tidak jauh beda dengan satu liter premium. "Sudah tiga hari ini pangkalan minyak kami tidak tersedia minyak tanah. Sekarang masyarakat terpaksa membeli yang harganya paling murah Rp 3.700/liter. Malah ada kita membeli minyak tanah Rp 4.500 per liter," keluh Pangibulan (34) seorang warga Jl Selamat Pekanbaru kepada detikcom.
(nrl/)










































