Jadi Mata-mata Israel, Pegawai Pentagon Mengaku Bersalah

Jadi Mata-mata Israel, Pegawai Pentagon Mengaku Bersalah

- detikNews
Kamis, 06 Okt 2005 13:57 WIB
Jakarta - Seorang pegawai Pentagon dituduh telah memberikan informasi pertahanan rahasia kepada diplomat Israel dan dua staf di kelompok lobi pro-Israel. Lawrence Franklin (58) mengaku bersalah atas tuduhan mata-mata itu.Franklin didakwa menyerahkan informasi rahasia mengenai sebuah negara Timur Tengah kepada diplomat Israel dan 2 pegawai Komite Urusan Publik Amerika Israel (AIPAC) pada tahun 2003 dan 2004. Saat itu, Franklin yang merupakan spesialis soal isu Iran, Irak dan terorisme, bekerja untuk pejabat nomor 3 di Pentagon, Wakil Menteri Pertahanan soal Kebijakan AS, Douglas Feith. Kepada hakim di Pengadilan Distrik AS, Franklin mengaku bersalah atas semua tuduhan tersebut. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (6/10/2005).Franklin mengaku frustrasi dengan kebijakan AS soal Timur Tengah. Dia bisa diancam dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun. Persidangan terhadap Franklin masih akan terus berlanjut. Ketika kasus ini mulai diangkat ke publik, pemerintah Israel membantah keterlibatan mereka. Ini bukan kasus mata-mata yang pertama antara Israel dan AS.Pada tahun 1987 silam, warga AS bernama Jonathan Pollard juga didakwa melakukan aksi spionase untuk Israel. Dia divonis hukuman penjara seumur hidup. Masalah ini sempat menimbulkan ketegangan antara pemerintah AS dan sekutu dekatnya, Israel. Saat itu, Israel berjanji untuk tidak lagi memata-matai AS di masa mendatang. (ita/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini