Korban Bom Bali II: Pelaku Meledakkan Bom Sambil Berdiri

Korban Bom Bali II: Pelaku Meledakkan Bom Sambil Berdiri

- detikNews
Kamis, 06 Okt 2005 12:32 WIB
Semarang - Salah satu korban luka Bom Bali II Heru Djatmiko masih trauma dengan peristiwa yang terjadi Sabtu (1/10/2005) lalu. Ia menggambarkan pelaku yang masuk ke Kafe Nyoman Jimbaran meledakkan bom dengan berdiri."Teman yang bersama saya pada saat kejadian bercerita seperti itu. Seseorang yang wajahnya persis dengan foto yang diedarkan polisi masuk kafe, berdiri, membuka jaket seperti menarik pelatuk, dan meledaklah bom itu," kata Heru kepada detikcom usai menghadiri perabuan ibunya, Djuni Trisniati, di Krematorium Kedungmundu, Semarang, Kamis (6/10/2005).Heru yang karena kejadian itu harus kehilangan ibu dan keponakannya, Arthur Calvino (19) menyatakan, pada saat itu , matahari baru saja tenggelam. Dia duduk membelakangi pantai. Sedangkan, ibu dan keponakannya duduk agak terpisah."Tiga menit setelah pelaku masuk kafe, semuanya jadi berantakan. Gelas, botol, dan barang-barang lain terlempar. Untung saja, benda-benda itu tertahan oleh meja saya," ungkap lelaki yang terluka pada bagian leher, pelipis, dan sedikit di badan ini.Lelaki beranak dua ini mengisahkan ibu dan keponakannya meninggal karena tempat duduknya tidak jauh dari pelaku peledakan bom. "Paling-paling hanya berjarak 5 meteran. Saya dan istri agak jauh dari dia (pelaku), jadi hanya luka saja," tuturnya.Pascaledakan, Heru mengaku masih sempat membantu beberapa orang korban - termasuk istrinya - yang mengerang kesakitan. Ketika mencari anggota keluarga, dia mendapati ibu dan keponakannya sudah tak bernyawa lagi.Lelaki yang bekerja di Qantas Airways ini sempat dirawat di Jimbaran. Beberapa hari kemudian dia bersama istrinya, Juliet Tumewu, dipindah ke Graha Medika Jakarta. Hingga saat ini, hanya istrinya yang masih berada dalam perawatan medis. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini