Pertamina Akan Putus Usaha Pangkalan Minyak Nakal

Pertamina Akan Putus Usaha Pangkalan Minyak Nakal

- detikNews
Kamis, 06 Okt 2005 12:05 WIB
Jakarta - Pertamina mengancam akan melakukan pemutusan hubungan usaha (PHU) terhadap pangkalan minyak tanah nakal yang menjual minyak tanah di luar Harga Tertinggi Pangkalan (HTP)."Kalau ada pangkalan yang nakal, kita PHU langsung. Kalau ada yang nakal kita berhentikan," kata Dirut Pertamina Widya Purnama sebelum menghadiri rapat yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (6/10/2005).Rapat yang dipimpin Wakil Presiden membahas energi alternatif dan kelistrikan. Rapat dihadiri Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Menneg BUMN) Sugiharto, Menteri Negara Energi dan Sumber Daya Mineral (Menneg ESDM) Purnomo Yusgiantoro dan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Eddie Widiono. Menurut Widya, saat ini pemerintah pusat bersama Pemerintah Daerah (Pemda) sedang membuat petunjuk pelaksanaan (juklak) untuk menentukan HTP di luar radius 40 kilo meter. Juklak itu ditindaklanjuti berdasarkan rapat yang diadakan di kantor Menneg ESDM. Rapat dibuka Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Ma'ruf dan diikuti seluruh Sekretaris Daerah (Sekda) dan asisten seluruh Pemda di seluruh Indonesia. Sementara itu Menneg ESDM meminta para pedagang eceran tidak mengambil kesempatan dalam menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) di lapangan. Purnomo akan melakukan inspeksi di lapangan untuk mencegah melambungnya harga minyak tanah di tingkat eceran. Sedangkan Menneg BUMN Sugiharto menyatakan, tak terkendalinya harga minyak tanah bukan tanggung jawab Pertamina. Distribusi Pertamina hanya sampai tingkat Depo. Untuk ke pangkalan bukan kewenangan Pertamina.Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kelangkaan minyak tanah sempat melanda Jakarta. Pantauan detikcom, Selasa (4/10/2005) lalu harga eceran minyak tanah mencapai Rp 3.500 per liter di daerah Cawang, Jakarta Timur. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads