Peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/5) pukul 22.50 WIB. Awalnya, Dewi, yang mengendarai motor Honda Vario bernopol B-6612-TVB, melintas di Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan gedung Kementerian ESDM.
"Awalnya kan yang bersangkutan naik motor, awalnya dari Jalan Medan Merdeka Selatan ke Thamrin itu naik motor," kata Kombes Argo dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (23/5/2019).
Melihat hal itu, polisi, yang saat itu sedang mengamankan aksi di depan Bawaslu, kemudian meneriakinya agar tidak mendekati. Namun dia kemudian memarkirkan motornya di depan kantor ESDM dan berjalan kaki ke arah Bawaslu tanpa menghiraukan perintah polisi.
Motor yang DIgunakan oleh Dewi ke Dekat Bawaslu. Foto: dok.istimewa |
"Perempuan tersebut berjalan kaki menuju barikade polisi yang sedang mengamankan aksi di depan Bawaslu, sehingga kemudian diamankan di situ," tuturnya.
Polisi kemudian mengamankan ransel yang dibawa perempuan itu. Dari hasil pemeriksaan, tas ransel miliknya itu ternyata berisi satu buku tafsir, satu Alquran kecil, satu air mineral, dan satu botol obat.
"Masih dilakukan pendalaman sekarang oleh penyidik," tandasnya.
Deretan Fakta Kerusuhan di Aksi 22 Mei:
(mea/fjp)












































Motor yang DIgunakan oleh Dewi ke Dekat Bawaslu. Foto: dok.istimewa