Bayi Suspect Flu Burung Hembuskan Nafas Terakhir di RSPI
Kamis, 06 Okt 2005 09:31 WIB
Jakarta - Penderita suspect flu burung yang meninggal kembali bertambah. Ilyas Salim yang sempat dirawat di ruang ICU selama tiga hari tidak mampu menahan derita. Ia menghembuskan nafas terakhir pukul 21.05 WIB, Rabu (5/10/2005).Bayi berusia 20 bulan itu meninggal karena gagal nafas. "Diduga ia menderita pneumonia berat," ujar Kepala Informasi dan Surveillance KLB Flu Burung RSPI Sulianti Saroso dr Ilham Patu kepada detikcom, Kamis (6/10/2005).Begitu meninggal, lanjut Ilham, keluarga korban langsung membawa jenazahnya ke tempat tinggal mereka di Jalan Metros, Semper, Cilincing, Jakarta Utara. "Seperti halnya pasien flu burung, meski suspect prosedur pemakamannya akan tetap mengikuti aturan yang berlaku seperti penderita flu burung," ungkap Ilham.Ilyas dirawat di RSPI Sulianti sejak 2 Oktober lalu. Sebelum masuk ke ruang isolasi dan ICU, Ilyas dirawat di ruang Melati. Namun karena diketahui memiliki kontak dengan unggas, pada 3 Oktober Ilyas dipindahkan ke ruang isolasi Cempaka. Setelah masuk ruang isolasi, kondisi Ilyas tidak juga membaik. Ilyas kemudian dipindahkan ke ruang ICU agar bisa dirawat lebih intensif. Namun, takdir berkata lain, semalam Ilyas dipanggil Yang Maha Kuasa.Dengan meninggalnya Iwan, maka pasien yang dirawat di ruang ICU RSPI tinggal Mutiara Gayatri (7) yang positif terkena flu burung, dan Hendrawati (38), suspect flu burung. Sedangkan di ruang isolasi dirawat 18 pasien lainnya, sehingga total yang ditangani rumah sakit ini ada 20 pasien.
(umi/)











































