Mau "Main" dengan PSK, Minta Dibiayai Negara
Kamis, 06 Okt 2005 09:03 WIB
Jakarta - Ada-ada saja tingkah laki-laki ini. Karena hasrat seksualnya sudah tinggi tapi modal cekak, dia meminta uang kepada negaranya untuk bisa tidur dengan pekerja seks komersil (PSK). Dia meminta kepada pemerintah memberikan tunjangan untuk membayar PSK datang ke rumahnya. Permintaan itu disampaikan seorang pria penyandang cacat di Denmark. "Kalau bisa seperti Amsterdam," kata Torben Hansen yang menderita cerebral palsy, yang membuat dia tidak bisa berbicara dan bergerak dengan normal.Hansen seperti yang dikutip kantor berita BBC, Kamis (6/10/2005) mengatakan pemerintah kota seharusnya membayar biaya tambahan yang harus ia keluarkan untuk mendatangkan pelacur ke rumahnya. Dia meminta bantuan karena di Denmark penyandang cacat mendapat kompensasi dari pemerintah setempat atas biaya tambahan yang harus mereka keluarkan karena kecacatan mereka."Saya minta dana karena saya tidak bisa pergi ke bordil, dan biaya mendatangkan mereka ke rumah jauh lebih mahal," kata Hansen.Denmark tidak melarang prostitusi maupun jenis kerja seks lainnya selama pekerjaan itu bukan pendapatan satu-satunya. Torben Hansen mulai mendatangkan pelacur setelah mendapat penyuluhan sosial. Menurutnya, para penyandang cacat diberitahu oleh pemerintah bahwa kebutuhan mereka bisa disalurkan.Sejak itu ia berani mendatangkan pelacur, walaupun ia juga pernah punya pacar. Hansen menilai, penelitian membuktikan bahwa apabila hasrat seks tidak disalurkan akan menyebabkan depresi dan frustrasi.Permintaan Hansen ini ditanggapi beragam. Seorang anggota parlemen dari Partai Sosial Demokrat, Kristen Brosboel, menolak permintaan Hansen. "Saya tidak setuju kalau pajak masyarakat dipakai untuk mendatangkan pelacur," katanya.Namun banyak juga yang iba terhadap Hansen dan meminta pemerintah Denmark meluluskan permintaan itu.
(mar/)











































