detikNews
Rabu 22 Mei 2019, 17:10 WIB

Keluarga Sebut Adam Korban Tewas Demo Rusuh Ditembak Peluru Tajam

Indra Komara - detikNews
Keluarga Sebut Adam Korban Tewas Demo Rusuh Ditembak Peluru Tajam Ayah Adam Nooryan (Foto: Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Polisi masih menelusuri penyebab tewasnya enam orang terkait kerusuhan pada dini hari 22 Mei 2019 karena ada temuan senjata di luar TNI dan Polisi. Sementara, ayah dari satu korban tewas, Adam Nooryan, Nurwarsito, menyebut anaknya tewas karena tembakan peluru tajam.

"Kalau masalah peluru memang nggak kelihatan peluru apa nggak, karena pertama yang jelas ada lubang di belakang punggung, tembus ke sini (menunjuk bagian dada). Cuma pelurunya ada nggak, nggak tahu saya. Kalau dokternya bilang itu peluru. Peluru tajam ditembak dari jarak dekat. Kata dokternya begitu," kata Nurwarsito di kediamannya di Jalan Sawah Lio, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (22/5/2019).



Dia mengaku ikhlas dan menolak jika jenazah anaknya diautopsi. Nurwarsito menyerahkan soal pengusutan penyebab tewasnya Adam ke Kepolisian.

"Nggak, kasihan almarhum. biar cepat dimakamkan aja lebih baik sebagai muslim. Kalau soal usut serahkan ke yang kepolisian aja kita mah keluarga ikhlas aja buat almarhum," katanya.

Dia mengatakan, momen terakhir bertemu putranya yakni saat buka puasa di rumah pada Selasa (21/5) kemarin. Dia hanya mendapat kabar terakhir via WA.

"Jadi dia pulang kerja tuh sore habis Magrib abis buka sempet ngobrol sama saya bentar. Terus saya tinggal salat Isya tuh, dia tidur. Sampai saya pulang masih tidur. Pas saya tidur dia pergi jam berapa saya nggak tahu," ucapnya.

"Karena ini bulan Ramadhan kita sahur jam 03.30 WIB bangun. Ibunya ngabarin almarhum dan di mana. Jam 04.15 WIB anaknya jawab di sini (Tanah Abang). Nah setengah 5 dapat kabar lagi dari temannya, si Adam di (RS) Tarakan," imbuhnya.

Sementara itu, Ibun Adam, Yuliani, mengatakan ada luka di sebelah kanan tubuh anaknya. Luka tersebut terlihat tembus.

"Lukanya di sebelah ketiaknya itu kanan, nembus kayaknya juga, nggak jelas juga. Berarti kan tembaknya emang dari arah belakang soalnya kan dia mau balik pulang," tutur Yuliani.



Polri Nyatakan Ada yang Pegang Senjata di Luar Aparat

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah mendapatkan laporan mengenai enam orang tewas dalam rusuh dini hari 22 Mei. Namun, Tito meminta masyarakat jangan langsung menarik kesimpulan mereka merupakan korban aparat.

"Saya mendapatkan laporan dari Kabiddokes, ada 6 orang meninggal dunia. Informasinya ada yang kena luka tembak, ada yang kena senjata tumpul," ujar Tito dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Rabu (22/5).

Tito juga mengingatkan masyarakat soal adanya penyelundupan senjata ilegal untuk aksi 22 Mei ini. Dia bahkan menunjukkan senapan serbu M4 yang disita dari pelaku penyelundupan senjata ilegal.

"Harus kita clear-kan, di mana dan apa sebabnya. Tapi jangan langsung apriori," tutur Tito.

"Karena kita menemukan barang-barang seperti ini (sambil menunjuk senapan M4). Ini di luar tangan TNI dan Polri. Apalagi memang ada upaya untuk memprovokasi itu sehingga membangun kemarahan publik," sambungnya.
(idn/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed