DetikNews
Rabu 22 Mei 2019, 16:37 WIB

Nuzulul Quran, Wali Kota Hendi Ajak Warga Lupakan Pilihan Pemilu

Tia Reisha - detikNews
Nuzulul Quran, Wali Kota Hendi Ajak Warga Lupakan Pilihan Pemilu Foto: Pemkot Semarang
Jakarta - Wali kota Semarang Hendrar Prihadi dan jajarannya menghadiri acara Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Agung Kota Semarang, Alun-alun Barat Semarang. Acara tersebut turut dihadiri tokoh masyarakat, ulama, camat, dan jajaran Muspida.

Dalam kegiatan tersebut, Hendi, sapaan akrabnya, meminta masyarakat untuk memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum bagi warga untuk melebur menjadi satu, melupakan perbedaan pilihan pada masa kampanye pemilu yang lalu dan berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.

"Setelah pemilu 17 April, masa kampanye 6 bulan ada yang memilih 01 atau 02, partai merah, kuning, hijau dan lain-lain, hari ini Insyaallah kita lebur jadi satu, sama-sama berbuat kebaikan. Yang dulu mungkin kirim hoaks, selama bulan Ramadhan ganti dengan kirim kolak, buat nasi bungkus dibagikan untuk sahur atau buka puasa akan lebih berpahala dari pada kirim hoaks di media sosial," ujar Hendi dalam keterangan tertulis, Rabu (22/5/2019).


Peringatan yang digelar Selasa (21/5) ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Agung Semarang setiap malam 17 Ramadhan. Kegiatan Nuzulul Quran diawali dengan salat Isya dan tarawih, kemudian dilanjutkan pembacaan istighosah berbarengan dengan pembacaan Alquran 30 juz dan manakib.

Hendi pun bercerita tentang curahan hati warga yang takut terjadi kerusuhan di Kota Semarang pada 22 Mei 2019. Menjawab keresahan warganya, Hendi pun meyakinkan Kota Semarang akan aman.


Namun, menurutnya, warga Kota Semarang harus memahami bahwa KPU merupakan institusi yang ditunjuk untuk menyelenggarakan pemilu. Apabila ada pihak yang tidak merasa puas dengan hasilnya, ada jalur konstitusi yang bisa ditempuh.

"21 Mei 2019, KPU telah mengumumkan hasil Rekapitulasi Hasil Pemilu. KPU merupakan institusi yang ditunjuk sebagai penyelenggara pemilu. Pasangan siapa yang akan menang, partai apa, kalau ada orang yang tidak terima sudah ada salurannya, yaitu melalui Mahkamah Konstitusi," terangnya.

Di samping itu, Hendi juga berpesan kepada warga Kota Semarang untuk tidak ikut-ikutan pihak yang tidak puas dengan hasil pemilu dengan cara memprotes hasil yang sudah ditetapkan.

"Pihak yang tidak terima dan menempuh jalur inkonstitusional tidak usah diikuti. Kita redam agar Kota Semarang tetap kondusif dan semakin hebat," pungkas Hendi.

Acara Nuzulul Qur'an di Masjid Agung Semarang kemudian ditutup dengan tausiyah oleh ulama asal Purworejo K.H Ahmad Chalwani Nawawi yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Purworejo dan Mursid Thoriqoh Qodiriyah.


Jokowi Ingatkan Tugas Manusia di Hari Nuzululquran, Apa Saja? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed