"Pernyataannya Pak JK benar bahwa etisnya, jika berjiwa besar, ya yang kalah mengucapkan selamat kepada yang menang. Itulah jiwa kenegarawanan yang dibutuhkan agar bangsa ini segera move on," kata juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Selasa (21/5/2019).
Ace pun mengungkit soal rencana pertemuan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dengan Prabowo. Jokowi memang sempat mengutus Luhut untuk bertemu Prabowo usai pencoblosan pada 17 April lalu. Namun, disebutkan Prabowo menolak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, lanjut Ace, Jokowi sudah berkomunikasi dengan tokoh dari sejumlah partai koalisi 02. Mereka adalah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Pak Jokowi sendiri kan sudah berkomunikasi dengan parpol koalisi pendukung 02. Misalnya dengan Pak Zulhas, Ketum PAN, dan Pak AHY dari Partai Demokrat," kata Ace.
"Kita harus singkirkan ego politik. Jadilah negarawan dengan merajut silaturahmi untuk kepentingan bangsa ini," imbuh dia.
Sebelumnya, JK mengimbau Prabowo Subianto agar mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi. JK menyebut hal itu juga dilakukannya saat kalah atas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pilpres 2009.
"Etisnya selalu yang kalah menghampiri. Melapor yang menang. Saya dulu waktu kalah dengan Pak SBY, saya langsung telepon Pak SBY dan mengucapkan selamat dan saya menerima itu," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).
JK meminta pihak yang kalah di Pemilu 2019 untuk berjiwa besar. Dia mengatakan dalam pemilu tidak ada yang seri.
"Ya, harus berjiwa besar. Kan cuma dua, kan kemenangan dan kalah. Tidak ada yang seri," tuturnya.
Tonton video Yusril Tantang Kubu Prabowo Buktikan Kecurangan Selisih 16 Juta Suara:
(tsa/dnu)











































