detikNews
Rabu 22 Mei 2019, 09:15 WIB

TKN Jokowi Prediksi Ada Oposisi Merapat, Gerindra: Sangat Mungkin

Tsarina Maharani - detikNews
TKN Jokowi Prediksi Ada Oposisi Merapat, Gerindra: Sangat Mungkin Ahmad Riza Patria-Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Partai Gerindra tidak menampik kemungkinan ada partai di Koalisi Adil Makmur bergabung ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang mengusung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Menurut Gerindra, hal itu merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam perpolitikan Indonesia.

"Dalam koalisi ke depan itu sangat mungkin A pindah ke B, dan sebaliknya. Kalau nanti kita dimenangkan MK, bisa jadi nanti partai di koalisi 01 pindah ke 02. Ini kan kita sama-sama memahami. Sangat mungkin terjadi perpindahan itu, di Indonesia dianggap biasa," kata Ketua DPP Gerindra, Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Selasa (21/5/2019).


Menurut Riza, sang ketua umum yang juga merupakan capres Prabowo Subianto pun sangat memahami situasi politik dalam negeri. Ia mengatakan partai politik memiliki fungsi untuk membangun kehidupan bangsa. Hal itu dapat ditempuh dengan berbagai cara.

"Pak Prabowo itu mementingkan kepentingan negara di atas segalanya. Koalisi hanya instrumen. Yang lebih penting adalah sejauh mana kita mengimplementasikan niat baik kita, seperti menegakkan keadilan, menghadirkan keadilan, dan kemakmuran bagi rakyat. Kita punya tugas dan fungsi lebih besar untuk rakyat di atas segalanya. Kepentingan negara di atas kepentingan partai," jelas juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu.

Namun, Riza menegaskan hingga saat ini Koalisi Adil Makmur masih solid. Menurut dia, proses Pemilu 2019 belum usai.

"Koalisi Adil Makmur ini adalah koalisi untuk membangun Indonesia yang lebih baik, adil, dan makmur. Koalisi ini memang dibangun untuk pemenangan pilpres yang mengusung Prabowo-Sandi. Ini kan prosesnya belum selesai. Kita masih akan mengajukan gugatan ke MK. Koalisi ini masih utuh sampai hari ini," tegas Riza.


Mengenai PAN dan Partai Demokrat yang seolah memberikan sinyal merapat ke 01, Riza tak menyoal hal tersebut. Ia mengatakan BPN Prabowo-Sandi menghormati sikap masing-masing partai.

"Terkait Pak Zul (Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan) yang memberikan selamat ke Pak Ma'ruf, ya saya kira itu boleh saja. Kita tidak pernah melarang atau mengintervensi, kami saling menghargai dalam koalisi. Kemudian Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) yang juga sempat bertemu Pak Jokowi ketika diundang, ya kami menghormati. Tentu kan sulit menolak undangan presiden," ujar dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Johnny G Plate memprediksi akan ada manuver partai politik di luar Koalisi Indonesia Kerja (KIK) untuk bergabung. Manuver tersebut, menurut dia, akan terlihat dalam waktu dekat.

"Hari ini dengan semalam diumumkan perolehan suara, pasti dinamika politik menjadi lebih intens. Saya kira dalam satu-dua hari ini akan ada pimpinan-pimpinan parpol yang akan melakukan manuver-manuver yang lebih definitif. Khususnya yang dari luar koalisi KIK," kata Johnny di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5).


Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sudah sempat mengucapkan selamat kepada Ma'ruf Amin sebelum KPU mengumumkan hasil Pemilu 2019. Setelah hasil Pemilu diumumkan KPU, Zulkifli pun mengakui kemenangan Jokowi-Ma'ruf.

Selain itu, Presiden Jokowi kembali memanggil Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hari ini, 22 Mei 2019. Jokowi dan AHY sebelumnya telah bertemu pada 2 Mei 2019.



Tonton video Jabat Tangan dan Pelukan TKN-BPN Akhiri Proses Rekapitulasi:

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/aik)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com