Inggris Tuding Iran Sebagai Otak Aksi Kekerasan di Irak

Inggris Tuding Iran Sebagai Otak Aksi Kekerasan di Irak

- detikNews
Kamis, 06 Okt 2005 06:56 WIB
Jakarta - Inggris menuding Iran berada dibalik serangan terhadap tentara Inggris yang bertugas di Irak. Ledakan bom terakhir di Irak telah menyebabkan kematian delapan tentara Inggris.Pejabat senior Inggris, dalam keterangan persnya di London, Kamis (6/10/2005), menuding Pengawal Revolusi Iran berada dibalik serangan itu. Bahkan Iran dituding telah menyediakan teknologi kepada kelompok Syiah di Irak Selatan. Atas tuduhan itu Iran pun menyangkalnya. Pemerintah Inggris sebelumnya telah mencurigai Iran terlibat terhadap sejumlah aksi kekerasan di Irak. Namun kini kecurigaan itu diungkapkan secara terbuka kepada Iran. Inilah pertama kalinya tuduhan yang dilakukan secara terbuka.Inggris merasa bebas melontarkan tuduhan seperti ini karena hubungan diplomatik kedua negara ini telah menurun sejak gagalnya perundingan mengenai program nuklir Iran. Pejabat pemerintah, yang tidak mau disebut namanya itu menjelaskan, teknologi datang dari Hizbullah di Lebanon melalui Iran dan menghasilkan bahan peledak berbentuk proyektil.Para pembangkang dari tentara Mehdi, milisi yang dikendalikan ulama Shiah Moqtada Sadr dicurigai melakukan serangan itu. Salah seorang pemimpinnya, Ahmed al-Fartusi ditangkap pasukan Inggris baru-baru ini dan saat ini menikmati "keramahan" Inggris. Itulah yang memicu aksi protes anti Inggris di Basra belakangan ini. (mar/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini