Amien: Indonesia Bangsa Yang Sakit
Kamis, 06 Okt 2005 00:13 WIB
Yogyakarta - Mantan Ketua MPR, Prof Dr HM Amien Rais mengatakan Indonesia yang sudah merdeka selama 60 tahun itu sekarang keadaannya seperti bangsa yang sedang sakit dan berbagai kehidupannya compang-camping. Berbagai diagnosa sudah dilakukan diantaranya meminta bantuan dari IMF, Bank Dunia dan lain-lain, namun penyakitnya belum sembuh betul, malahan sakitnya menjadi-jadi."Negeri yang kita cintai itu keadaannya seperti orang sakit. Mengapa sampai sekarang itu diagnosanya belum juga ketemu. Kalau diagnosanya belum ketemu, ya terapinya juga masih ngawur. Sudah meminta bantuan IMF dan Bank Dunia tapi belum juga manjur," kata Amien Rais saat memberikan ceramah tarawih di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur Yogyakarta, Rabu (5/10/2005).Indonesia yang sudah sakit itu harus dipulihkan sehingga menjadi bangsa yang sehat dan segar bugar seperti negara-negara di Asia lainnya. Caranya, yaitu memulihkan kembali rasa percaya diri sebab saat ini Indonesia sudah kehilangan rasa percaya diri. Bahkan para pemimpin bangsa ini juga telah kehilangan rasa percaya dirinya. "Kita harus bisa mencontoh Malaysia, Thailand, Korea. Kalau India bisa, RRC juga bisa, padahal kedua negara itu melarat, tidak punya hutan, minyak bumi, pendudukanya miliaran orang. Tapi mereka bisa bangkit, mengapa kita tidak bisa," kata Amien.Dalam kesempatan itu, Amien juga menyampaikan kritik keras sehubungan dengan penjualan berbagai aset bangsa dan negara ke pihak asing. Sejumlah aset bangsa yang sangat potensial justru dijual dan dikuasai pihak asing sehingga banyak sumber-sumber kekayaan negara yang hilang akibat dikeruk oleh perusahaan.Berbagai aset nasional milik bangsa seperti bank-bank dan BUMN satu-persatu sudah mengalami pindah tangan dari bangsa sendiri ke bangsa asing. Contohnya bank-bank pemerintah satu demi satu sudah di miliki orang asing, Indosat juga sudah pindah tangan ke Singapura. Selanjutnya Semen Tiga Roda dan Cibinong sudah pindah pemilik ke Jerman. Sedangkan, Semen Gresik dan Semen Padang juga dalam proses jatuh ke tangan Cemex, Meksiko. "Ini ironis sekali. Perpindahan tangan itu harus kita tolak, kita seperti menjadi penonton di negeri sendiri," tutur Amien.
(mar/)











































