detikNews
Selasa 21 Mei 2019, 15:54 WIB

Di Momen Ramadhan, Wali Kota Semarang Ingin Warga Jaga Persatuan

Robi Setiawan - detikNews
Di Momen Ramadhan, Wali Kota Semarang Ingin Warga Jaga Persatuan Foto: Dok. Pemkot Semarang
Jakarta - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melanjutkan agenda tarawih keliling. Ia beserta jajarannya menyambangi Masjid Al-Mu'tashim Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik untuk melaksanakan salat tarawih bersama warga setempat.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Hendi itu mengatakan bulan Ramadhan merupakan momen yang paling membahagiakan bagi umat muslim, salah satunya karena Allah SWT akan melipatgandakan semua aktivitas positif dilakukan. Untuk itu, ia mengajak umat muslim di Kota Semarang agar berbuat baik terhadap sesama dan mengurangi hal-hal yang dapat menyinggung atau menyakiti orang lain.

"Kemarin kita telah melaksanakan pesta demokrasi dan kampanye. Banyak di antara kita yang kemudian putus silaturahmi karena perbedaan pilihan. Bahkan di media sosial tidak saling menghormati, tidak saling kenal seolah-olah bukan satu sedulur bangsa Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/5/2019).


Lebih lanjut Hendi mengatakan bulan Ramadhan adalah yang pas untuk bersatu kembali sebagai bangsa Indonesia dan warga Kota Semarang.

"Dengan kita saling memaafkan satu sama lain maka ibadah puasa kali ini hukumnya sah. Kalau dulu saling mengirim hoax, sekarang jadi saling berkirim kolak atau opor. Saya yakin semakin tinggi habluminallahnya, otomatis habluminannas juga semakin meningkat" ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga menanggapi soal isu kenaikan harga bahan makanan menjelang hari raya Idul Fitri. Menurutnya, pemerintah telah melakukan operasi pasar terkait harga bahan makanan.

"Jika kemarin ada seorang ibu komplain kok harga bawang putih naik Pak Wali? Dari Dinas Perdagangan telah melakukan dropping 40 ton bawang putih untuk menstabilkan harga," tuturnya.

Menurutnya jika masyarakat 'terprovokasi' dengan harga yang diberikan pedagang alias tidak membeli maka harga tidak akan kunjung stabil.

"Seperti halnya teori ekonomi terkait permintaan dan penawaran. Jika harga yang ditawarkan para penjual tidak ada yang meminta, maka agar barang dagangannya laku, penjual akan menurunkan harga," ujarnya disusul penyerahan dana bantuan masjid, alat sholat, dan Al Quran kepada takmir masjid.


Hadir dalam kesempatan tersebut Ustaz Akhmad Khoir yang memberikan tausiah kepada warga. Ia menyebutkan bahwa yang menjadi ciri-ciri umat Nabi Muhammad SAW menurut QS. Al Fath ayat 29 adalah orang-orang yang banyak rukuk dan sujud, seakan-akan menunjukkan bahwa mereka sering melakukan ibadah sholat.

"Melalui acara pada malam hari ini kita telah melaksanakan sholat yang merupakan cirinya pengikut Nabi Muhammad SAW. Untuk itu, jika kita meneladani Beliau, lakukanlah sholat seperti yang Allah perintahkan," pungkasnya.
(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed