detikNews
Selasa 21 Mei 2019, 15:55 WIB

Membandingkan Pidato Kemenangan Jokowi 2014 vs 2019

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Membandingkan Pidato Kemenangan Jokowi 2014 vs 2019 Foto: Ray Jordan/detikcom
Jakarta - Jokowi menyampaikan pidato kemenangannya usai ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang Pilpres 2019. Semangat perdamaian pascapilpres 2019 yang diangkat Jokowi dalam pidatonya mirip dengan semangat perdamaian dalam pidato kemenangan Jokowi dalam Pilpres 2014. Lantas, bagaimana perbandingannya?

Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kemenangan seusai penetapan hasil Pemilu 2019, yang memenangkan keduanya pada dini hari tadi. Dalam pidatonya, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia.



Pidato kemenangan itu disampaikan Jokowi di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019). Jokowi pun mengatakan bangsa Indonesia sudah sepantasnya bangga karena bisa dewasa dalam berdemokrasi. Jokowi juga mengingatkan masyarakat agar dewasa dalam mengelola perbedaan.

Selain itu, Jokowi mengatakan hasil pemilu merupakan makna hakiki dari rakyat yang berdaulat. Dia berjanji akan menjadi presiden dan wakil presiden yang mengayomi 100% rakyat Indonesia setelah dilantik pada Oktober 2019. Berikut ini isi lengkap pidato kemenangan Jokowi 2019:


Pidato Kemenangan Jokowi 2019

"Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera, Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Salam kebajikan.

Kita bangsa Indonesia patut berbangga, patut berbahagia, patut bersyukur bahwa kita telah terbukti menjadi bangsa yang dewasa. Dewasa dalam berdemokrasi, dewasa dalam berbangsa dan bernegara, dewasa dalam ber-ideologi Pancasila. Kita bersyukur dan berbangga bahwa di tengah keberagaman, kita telah dewasa dalam menjaga perdamaian, dewasa dalam mengelola perbedaan dan dewasa dalam menjaga dan memperkokoh persatuan.

Bukti nyatanya adalah kedewasaan kita dalam berdemokrasi, kemampuan kita untuk menyelesaikan pemilu yang jujur dan adil serta pemilu yang penuh perdamaian dan kegembiraan. Pemilu demi pemilu telah kita lalui dengan penuh kedewasaan, pemilu yang sekarang ini saya yakin akan bisa kita lalui secara damai dan sesuai amanat konstitusi kita.

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT rekapitulasi nasional Pemilu Serentak 2019 pada dini hari tadi rakyat Indonesia telah menentukan pilihannya dalam pileg dan pilpres. Inilah makna hakiki dari rakyat yang berdaulat.

Saya dan Kiai Ma'ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia di manapun berada
atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kepercayaan dan amanah rakyat kepada kami tersebut akan kami wujudkan dalam program-program pembangunan yang adil dan merata untuk seluruh golongan dan lapisan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

Setelah dilantik di bulan Oktober nanti kami adalah Presiden dan Wakil Presiden seluruh rakyat Indonesia, kami adalah pemimpin dan pengayom dari 100% rakyat Indonesia. Kami akan berjuang keras demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat, bagi 100% rakyat Indonesia. Marilah kita bersatu padu membangun bangsa dan Tanah Air tercinta demi kedamaian dan kesejahteraan generasi kita serta generasi anak cucu kita di masa depan.

Terakhir, saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas kinerja penyelenggara dan pengawas pemilu, kepada tokoh masyarakat dan juga peserta pemilu, kepada aparat keamanan serta semua pihak termasuk para saksi yang telah siang malam bekerja dengan tulus demi pemilu yang jujur dan adil."

Lantas, pada Pilpres 2014, seusai penetapan rekapitulasi KPU kemenangan pasangan calon Jokowi-Jusuf Kalla, Jokowi juga menyampaikan pidato kemenangan.

Pidato kemenangan itu disampaikan Jokowi di atas kapal pinisi di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (22/7/2014). Dalam pidatonya tersebut, Jokowi menyampaikan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada rivalnya, pasangan calon Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Selain itu, Jokowi mengatakan kemenangannya tersebut akan mengantarkan Indonesia menjadi negara yang berdaulat secara politik dan ekonomi. Dia juga meminta seluruh masyarakat bisa memahami perbedaan dalam berdemokrasi.



Tak lupa, Jokowi juga mengajak masyarakat kembali menjalankan peran keseharian masing-masing pascapilpres. Berikut ini isi lengkap pidato kemenangan Jokowi pada 2014:

Pidato Kemenangan Jokowi 2014

"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Damai Sejahtera untuk kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Baru saja Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia telah menetapkan kami berdua, Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih 2014 - 2019.

Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada bapak Prabowo Subianto dan bapak Hatta Rajasa yang telah menjadi sahabat dalam kompetisi politik untuk mendapatkan mandat rakyat untuk memimpin negeri ini lima tahun ke depan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Kemenangan ini adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Saya berharap, kemenangan rakyat ini akan melapangkan jalan untuk mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara kebudayaan.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, perbedaan pilihan politik seakan menjadi alasan untuk memisahkan kita. Padahal kita pahami bersama, bukan saja keragaman dan perbedaan adalah hal yang pasti ada dalam demokrasi, tapi juga bahwa hubungan-hubungan pada level masyarakat tetap menjadi fondasi dari Indonesia yang satu.

Dengan kerendahan hati, kami Joko Widodo dan Jusuf Kalla, menyerukan kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk kembali ke takdir sejarahnya sebagai bangsa yang bersatu, bangsa yang satu, bangsa Indonesia. Pulihkan kembali hubungan keluarga dengan keluarga, hubungan tetangga dengan tetangga, hubungan teman dengan teman yang sempat renggang.

Kita bersama sama bertanggung-jawab untuk kembali membuktikan kepada diri kita, kepada bangsa-bangsa lain, dan terutama kepada anak-cucu kita, bahwa politik itu penuh keriangan, politik itu di dalamnya ada kegembiraan, politik itu ada kebajikan, politik itu adalah suatu pembebasan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Pemilihan Umum Presiden kali ini memunculkan optimisme baru bagi kita, bagi bangsa ini. Jiwa merdeka dan tanggung jawab politik bermekaran dalam jiwa generasi baru. Kesukarelaan yang telah lama terasa mati suri kini hadir kembali dengan semangat baru. Pemilihan Umum Presiden telah membawa politik ke sebuah fase baru bukan lagi sebagai sebuah peristiwa politik semata-mata, tetapi juga peristiwa kebudayaan. Apa yang ditunjukkan para relawan, mulai dari pekerja budaya dan seniman, sampai pengayuh becak, memberikan harapan bahwa ada semangat kegotong-royongan, yang tak pernah mati.

Semangat gotong royong itulah yang akan membuat bangsa Indonesia bukan saja akan sanggup bertahan dalam menghadapi tantangan, tapi juga dapat berkembang menjadi poros maritim dunia, locus dari peradaban besar politik masa depan.

Saya hakkul yakin bahwa perjuangan mencapai Indonesia yang berdaulat, Indonesia yang berdikari dan Indonesia yang berkepribadian, hanya akan dapat tercapai dan terwujud apabila kita bergerak bersama.

Dan inilah saatnya bergerak bersama. Mulai sekarang, petani kembali ke sawah. Nelayan kembali melaut. Anak-anak kita kembali ke sekolah. Pedagang kembali ke pasar. Buruh kembali ke pabrik. Karyawan kembali bekerja di kantor. Lupakanlah nomor 1 dan lupakanlah nomor 2, marilah kembali ke Indonesia Raya.

Kita kuat karena bersatu, kita bersatu karena kuat!

Salam 3 Jari, Persatuan Indonesia!

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya"


Jokowi-Ma'ruf Amin Menang, Cinta Laura hingga Addie MS Ucapkan Selamat:

[Gambas:Video 20detik]


(rdp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed