Pelaku Bom Bali II Kemungkinan Tidak Ngekos
Rabu, 05 Okt 2005 18:47 WIB
Denpasar -
Semua rumah kos-kosan di Bali di-sweeping sejak sebelum peledakan bom Bali II. Karena itu, ada kemungkinan para pelaku bom Bali II tidak ngekos di Bali sebagai persiapan tindakan bejatnya itu. "Ada kemungkinan, karena rumah-rumah kos sering kita cek, mungkin saja mereka tidak tidur di tempat kos," kata Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika kepada wartawan saat meninjau lokasi bom di Restoran Raja's, Kuta Square, Kuta, Bali, Rabu (5/10/2005).Saat itu, Kapolda ditanya mengenai hasil sweeping yang dilakukan polisi selama ini untuk mengejar pelaku. Namun, ternyata polisi tidak menemukan apa yang diharapkan dari pemeriksaan sejumlah rumah kos di Bali. Sebelumnya, polisi menggerebek dan mengawasi rumah-rumah kos di kawasan Denpasar dan Bali. Salah satu kawasan yang diawasi secara khusus adalah kawasan di Jl. Anggre, Denpasar Timur. Kawasan ini diperiksa, karena sebelumnya beredar isu bahwa pelaku bom Bali II berangkat ke tiga lokasi ledakan dari kawasan ini dengan menumpang mobil Toyota Kijang dan Suzuki Karimun. Hingga saat ini, polisi terus mengendus sejumlah tempat untuk mendeteksi pergerakan pelaku Bom Bali II. Belum ada jejak yang jelas, bagaimana mereka bergerak, di mana mereka merakit bom, dan bagaimana mereka merancang peledakan bom, serta lewat mana para dedengkot bom Bali II ini keluar dari Bali. Pada kasus bom Bali I 12 Oktober 2002 silam, para pelaku bom, seperti Amrozi, Imam Samudera, Ali Imron, dan lain-lain menyewa kos di sekitar Denpasar. Bahkan, mereka merakit bom di kos-kosannya itu. Tampaknya, skenario yang dilakukan para pelaku bom Bali II ini agak lain.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































