SBY Minta Produksi Kendaraan Tempur Digenjot

SBY Minta Produksi Kendaraan Tempur Digenjot

- detikNews
Rabu, 05 Okt 2005 17:29 WIB
Jakarta - Merasa terkesan melihat pawai kendaraan tempur buatan dalam negeri, Presiden SBY minta agar produksinya ditingkatkan. Bukan hanya pemenuhan alat utama sistem pertahanan, tapi juga operasi penanggulangan bencana alam dan bantuan kemanusiaan. "Saya bangga melihat kendaraan tempur dan persenjataan hasil buatan dalam negeri. Tingkatkan terus produksinya. Sampaikan juga rasa kagum dan terimakasih saya pada penerbang Sukhoi yang melaksanakan akrobatik tunggal tadi," kata Kepala Negara.Pernyataan ini disampaikannya usai menyaksikan pawai kendaraan tempur dan taktis dari ketiga angkatan bersenjata dalam upacara puncak peringatan HUT ke-60 TNI, Rabu (5/10/2005) . Sebelumnya atraksi dari para penerbang pesawat tempur TNI AU menyemarakkan langit di lokasi acara di Pangkalan Udara Militer Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.Kendaraan tempur terbaru buatan dalam negeri yang menimbulkan kekaguman Kepala Negara adalah dua unit Hover Craft milik TNI AL. Baik di daratan maupun permukaan air, kendaraan amphibi yang mampu membawa 40 orang personel ini dapat ngebut hingga kecepatan 100 km per jam.Kendaraan tempur lainnya yang tampil adalah unit kendaraan lapis baja angkut personil jenis PV-1 dan APS yang sudah pernah ditugaskan selama masa darurat militer di NAD. Selain itu juga ada prototipe kendaraan tempur dari Mabes TNI terdiri dari 1 unit Hayer, 3 unit Pakci dan 2 unit APS.Dalam pidato sambutan yang disampaikan sebelumnya, Presiden menyatakan pemerintah terus berupayamembangun kekuatan pertahan yang tangguh dan modern sesuai dengan perkembangan jaman. Sambil meningkatkan kemampuan teknis dan professional personil TNI. Namun, pembangunan tersebut harus dilaksanakan bertahap sesusai dengan kemampuan keuangan negara. Sebab prioritas utama pemerintah sementara ini adalah pemenuhan kebutuhan sektor pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat lainnya."Negara yang kuat, memerlukan pertahanan yang kuat. Hanya dengan profesionalitas tinggi dan persenjataan memadai, TNI menjadi kekuatan pertahanan yang kredibel menghadapi berbagai bentuk ancaman external setiap saat. Serta laksanakan tugas operasi militer selain perang, seperti mengatasi aksi terorisme, penangananwilayah perbatasan, penanggulangan bencana alam, pengungsian dan bantuan kemanusiaan," paparnya.Lebih lanjut Presiden berpesan agar TNI di masa-masa mendatang untuk melanjutkan proses reformasi internal dan menghormati demokrasi dalam bertugas. Serta mengambil peran strategis dalam pembangunan kembali pasca krisis."Laksanakan setiap tugas yang diamanatkan negara dengan sebaik-baiknya, seberat dan sebahaya apa pun itu. Jadilah contoh atas ketegasan dan semangat kerja keras," pesan SBY. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads