Ngaku Miskin, Ambil Dana Kompensasi BBM Pakai Mobil

Ngaku Miskin, Ambil Dana Kompensasi BBM Pakai Mobil

- detikNews
Rabu, 05 Okt 2005 15:15 WIB
Pekanbaru - Belasan ribu warga miskin di Riau mengambil dana kompensasi BBM secara tunai Rp 100 ribu per bulan per Kepala Keluarga (KK). Yang menarik, di antara mereka, tampak datang ke lokasi mengendarai sepeda motor. Bahkan, ada juga yang pakai mobil. Duh!Dari awal, masyarakat sudah mencurigai pembagian kartu warga miskin yang tidak tepat sasaran. Pembagian kartu ini lebih didekatkan pada urusan pribadi. Itu sebabnya, di Pekanbaru kriteria sebagai orang miskin tergantung kedekatan warga dengan RT dan RW-nya.Ini bisa terlihat, Rabu (5/10/2005), saat belasan ribu warga datang ke kantor Pos Cabang Riau, di Jl Sudirman, Pekanbaru. Mereka mengambil dana kompensasi BBM yang dijanjikan itu. Dan ternyata, lebih separo di antere mereka tampak datang ke Kantor Pos Pekanbaru dengan mengendarai sepeda motor. Hanya sebagian kecil yang menggunakan angkot. Malah ada yang mengambil jatah duit untuk orang miskin itu dengan diantar-jemput pakai mobil.Dilihat dari penampilan mereka, tampaknya sebagian dari mereka bukan orang miskin. Mereka tampak santai, bergembira dengan pakaiannya yang lumayan bagus, dan tidak terkesan sebagai orang miskin yang susah makan. Padahal, kriteria golongan warga miskin itu, antara lain memiliki kendaraan roda dua dan tinggal di daerah pinggiran kota yang tidak mampu menyewa rumah kontrakan yang permanen. "Tapi rata-rata penerima kompensasi BBM di Pekanbaru, mereka bisa menyewa rumah kontrakan dengan harga Rp 400 ribu per bulan. Dari data yang kita kumpulkan, sebagian besar penerima dana kompensasi BBM di Pekanbaru tidaklah sesedih yang kita bayangkan sebagai orang miskin yang sebenarnya. Rata-rata mereka tinggal di rumah kontrakan dan memiliki sepeda motor," kata Direktur Sosial Audit, Zakirman kepada detikcom.Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Riau, A Sidabalok kepada wartawan tidak membantah adanya kesalahan dalam mendata penduduk miskin yang sebenarnya. Dia mengakui dalam pendataan penduduk miskin ini masih perlu ditinjau ulang agar tidak menimbulkan masalah."Kita akui ada kesalahan dalam pendataan. Di kelurahan Tangkerang, Kecamatan Bukit Raya, kita menemukan 26 KK yang tidak layak menerima dana kompensasi BBM itu. Sekarang kartu miskin itu kita tarik dan kita berikan pada yang lebih berhak," kata A Sidabalok.Saat ditanya bahwa penerima dana kompensasi BBM diantar-jemput pakai mobil, Sidabalok menjelaskan, bisa saja orang tersebut hanya menumpang. "Itu kan cuma numpang. Mungkin saja dia minta antar keluarganya atau tetangganya ke kantor pos," kilah A Sidabalok. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini