detikNews
Minggu 19 Mei 2019, 11:07 WIB

Perayaan Waisak, MenPAN RB-Kapolda Metro Pesan Jaga Kedamaian Usai Pemilu

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Perayaan Waisak, MenPAN RB-Kapolda Metro Pesan Jaga Kedamaian Usai Pemilu MenPAN-RB dalam acara peringatan Waisak di Jakbar. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin dan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy menghadiri peringatan Waisak di Jakarta Barat. Mereka berpesan untuk menjaga kedamaian seusai Pemilu 2019.

"Kepada semua warga masyarakat, bangsa Indonesia terlebih lagi kita berada di tengah-tengah tahun politik meskipun sekarang telah usai tinggal penghitungan. Peringatan hari raya Waisak momentum bersama-sama bangsa Indonesia meninggalkan perbedaan yang ada saat kita ada di masa kampanye," kata Irjen Gatot dalam sambutannya di Wihara Ekayana Arama, Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu (19/5/2019).



Gatot mengajak masyarakat yang hadir menjaga suasana damai pasca-Pemilu 2019. Dia menyebut perbedaan pilihan politik seharusnya tidak membuat masyarakat Indonesia terpecah belah.

"Saat masa kampanye mungkin di antara kita yang ada di sini mungkin punya perbedaan pilihan, itu hal wajar dalam demokrasi. Tetapi tentunya pencoblosan sudah selesai, perbedaan yang ada dulu ayo kita satukan kembali, apalagi di hari raya Waisak ini kita jadikan momentum bersama-sama," kata Gatot.

Dalam kesempatan yang sama, MenPAN-RB Syafruddin menyeru masyarakat menjaga ketertiban dan kedamaian. Dia menyebut semua agama selalu mengajarkan kebaikan.

Kapolda Metro Jaya di acara peringatan Waisak di JakbarKapolda Metro Jaya dalam acara peringatan Waisak di Jakbar. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)


"Perbedaan adalah kekuatan di tengah dinamika politik dalam pemilihan presiden yang baru saja dan sekarang masih berlangsung. Ajaran ini tentu sangat penting ibarat oase menyejukkan kesadaran kita untuk jaga stabilitas publik," kata Syafruddin dalam sambutannya.

Syafruddin kemudian mengajak masyarakat percaya kepada kerja pemerintah. Jika masyarakat percaya dan membantu kinerja pemerintah, disebutnya, negara Indonesia akan makin cepat berkembang.

"Pihak swasta antusias bantu pemerintah sehingga lahir stabilitas ekonomi di Tanah Air kita. Selanjutnya ketulusan individu bersandar intisari agama. Agama apa pun menyejukkan kehidupan mengajak perbaikan," kata Syafruddin.



Dia juga bicara soal daya kemampuan daya saing Indonesia di tingkat internasional. Syafruddin menyebut Indonesia diprediksi menduduki posisi kelima negara terbesar di dunia karena banyaknya warga dengan usia produktif.

"Sumber daya saing dan berkreativitas tinggi sehingga mampu bersaing ditingkat international, tidak tertinggal oleh teknologi, tidak luntur dari globalisasi dan mendorong pertumbuhan negara. Banyak prediksi Indonesia mampu menduduki prestasi negara terbesar kelima di dunia melihat peluang bangsa Indonesia 67 persen generasi usia produktif, masyarakat Indonesia akan sejahtera," pungkas Syafruddin.
(sam/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed