Lembaga amil zakat yang hadir di Amerika sejak awal 2014 melakukan program halaqoh sebanyak dua sampai tiga kali seminggu di berbagai tempat di wilayah Washington D.C, Maryland, dan Virginia. Jamaah berjumlah 20-50 orang per halaqoh yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan juga masyarakat Indonesia yang telah berganti kewarganegaraan.
"Kami melihat bahwa masyarakat Indonesia yang ada di sini punya semangat besar untuk terus mempelajari Islam dan bersilaturahmi. Jadi kita datangi rumah masyarakat di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan untuk merealisasikan harapan baik tersebut," kata Emil Ranakusuma, Chairman Dompet Dhuafa USA (15/5/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya biasa berceramah dan menjadi imam di Houston, Texas. Sekarang senang rasanya bisa berbagi ilmu agama kepada orang Indonesia," kata pria yang juga merupakan Da'i Ambassador Dompet Dhuafa USA.
Selain itu, Dompet Dhuafa USA juga melakukan program penghimpunan zakat fitrah dan mal yang kemudian akan disalurkan ke Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi upaya untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia melalui penyaluran dan pengelolaan zakat.
"Zakat itu wajib bagi Muslim di manapun. Jadi kita disini menjadi media bagi masyarakat Indonesia dan asing untuk menghimpun zakat mereka dan menyalurkannya ke Indonesia untuk membangun bangsa kita," ujar Emil.
Penyaluran zakat di sini biasanya dilakukan secara online melalui website, transfer bank, Paypal dan Venmo Dompet Dhuafa USA. Selain itu, juga disediakan program konsultasi zakat secara online maupun offline saat halaqoh.
Biasanya program halaqoh ini dilakukan menjelang berbuka puasa. Setelah itu, dilanjutkan dengan buka puasa bersama hingga shalat tarawih berjamaah. (idr/idr)











































