DetikNews
Sabtu 18 Mei 2019, 21:30 WIB

Round-Up

Sahur On The Road Makan Korban, Nyawa Remaja Melayang

Tim detikcom - detikNews
Sahur On The Road Makan Korban, Nyawa Remaja Melayang TKP SOTR Berdarah di Setiabudi Jaksel (Foto: Jefrie Nandy Satria)
Jakarta - Kegiatan sahur on the road (SOTR) di DKI Jakarta menelan korban. Remaja bernama Danu Tirta (16) tewas akibat diserang sejumlah peserta SOTR lain.

Insiden penganiayaan itu terjadi di depan vihara, Jalan Prof Dr Satrio, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019), pukul 01.05 WIB. Danu saat itu tertinggal rombongan SOTR.



Tiba-tiba datang gerombolan pengendara motor yang menghampiri Danu. Kemudian terjadi perselisihan antara Danu dan para pengendara motor itu. Tak begitu jelas apa yang menjadi pemicu percekcokan.

"Selanjutnya korban diambil helmnya, namun dalam keadaan terkunci sehingga terjadi penyerangan di mana rombongan geng motor ada beberapa orang yang membawa senjata tajam," ujar Kanit Reskrim Polsek Setiabudi Kompol Tri Suryawan saat dimintai konfirmasi.



Setelah itu, sejumlah pengendara motor menyeret Danu. Salah seorang di antaranya menusuk punggung belakang korban. Darah bercucuran. Para pelaku pun langsung melarikan diri.

Danu sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun nyawa remaja itu tak terselamatkan.

Insiden itu langsung diselidiki polisi. Tim gabungan Polres Jakarta Selatan kemudian mengamankan empat orang terkait penyerangan yang menewaskan Danu Tirta. Polisi juga menemukan bercak darah pada senjata tajam yang dibawa empat orang itu.

"Kami berhasil dari Tim Eagle One dan polsek-polres berhasil mengamankan 4 orang mereka membawa senjata tajam yang salah satunya itu ada celurit yang kita lihat di situ ada bercak darah," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jaksel, Sabtu (28/5).



Andi mengatakan pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terkait senjata tajam yang disita. Pemilik senjata tajam itu kini dicari polisi.

Andi menduga pelaku penyerangan yang Danu merupakan peserta SOTR juga. Kelompok SOTR Danu diidentifikasi berasal dari kawasan Jakarta Timur, sedangkan kelompok SOTR pelaku datang dari berbagai daerah.

Motif penyerangan itu diduga karena pelaku merasa tersinggung. Polisi membantah penyerangan terhadap Danu direncanakan sejak jauh-jauh hari.

"Mereka itu ada kebetulan ada sahur on the road secara bersama-sama kemudian ada sekitar puluhan orang ketika di depan vihara di Setiabudi itu mereka ada beberapa orang yang tertinggal. Namun ada kelompok lain yang melakukan sahur on the road juga yang mungkin ada ketersinggungan di situ sehingga akhirnya dianiaya. Salah satunya adalah korban yang meninggal dunia," kata Andi.


(knv/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed