Polda Jabar Periksa WN Singapura

Pasca Bom Bali II

Polda Jabar Periksa WN Singapura

- detikNews
Rabu, 05 Okt 2005 13:10 WIB
Bandung - Polda Jabar tengah memeriksa seorang warga asal Singapura yang kedapatan memiliki 2 kewarganegaraan. Warga asing ini kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di kepolisian Bogor. Pemeriksaan ini sendiri belum diketahui motifnya. Apakah terkait dengan masalah terorisme atau bukan."Itu laporan dari masyarakat. Kita sedang menyelidiki. Indikasi terkait terorisme atau tidak belum jelas. Masih tahap pemeriksaan saja. Saat ini hanya masalah kewarganegaraan," ungkap Kapolda Jabar Irjen Pol Edi Darnadi saat ditemui di sela upacara ulang tahun ke-60 TNI di lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (10/5/2005).Pemeriksaan terhadap warga asal Singapura itu terkait dengan peningkatan pengamanan di wilayah Jawa Barat pasca bom Bali II yang menewaskan hingga 22orang. Jawa Barat sendiri disinyalir punya kans sebagai tempat persembunyian teroris. Siaga IJajaran Polda Jabar juga telah menyebarkan gambar 3 wajah dari potongan kepala tersangka bom Bali II. Foto wajah tersebut disebarkan di seluruh wilayah jajaran kepolisian. Saat ini Polda Jabar sendiri sudah menetapkan Jabar dalam status Siaga I. "Kita naikkan peningkatan intelijen. Satu hari pengamanan di satu tempat 2-5 jam kini bisa sampai 12 jam hingga 3 minggu. Dua pertiga pasukan kita sudah disiapkan untuk mengantisipasi itu," ungkapnya. Ia mengaku hingga saat ini belum ada laporan dari intelejen kepolisian mengenai adanya gerakan terorisme di Jawa Barat.Sementara itu peningkatan pengamanan juga dilakukan oleh pihak Kodam III Siliwangi. Menurut Pangdam III Siliwangi Mayjen Sriyanto, saat ini pasukannya siap untuk membantu jajaran kepolisian jika diminta bantuan penambahan pasukan. Selain itu, dirinya juga menjelaskan peningkatan pengamanan intelijen juga ditingkatkan. Ia menilai bahwa Jawa Barat bukan termasuk sasaran dari serangan teroris. Namun ia tidak menyangkal bahwa Jawa Barat bisa dijadikan sebagai tempat persembunyian para teroris. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads