DetikNews
Sabtu 18 Mei 2019, 19:16 WIB

Penjelasan Ustaz Iyus Terkait Ucapan yang Menjeratnya Jadi Tersangka

Farih Maulana Sidik - detikNews
Penjelasan Ustaz Iyus Terkait Ucapan yang Menjeratnya Jadi Tersangka Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Bogor Raya Iyus Khaerunnas Foto: Farih Maulana/detikcom
Bogor - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Bogor Raya Iyus Khaerunnas mengakui ada pernyataannya yang salah usai ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong. Dia mengakui ada kekhilafan.

detikcom mewawancarai ustaz Iyus di Mapolres Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/5/2019). Dia baru saja keluar usai penahanannya ditangguhkan polisi. Dia didampingi sejumlah orang termasuk kuasa hukumnya Beni Mahyudin.

Ustaz Iyus menjelaskan, dirinya telah diperiksa oleh penyidik. Dalam proses itu, dia memberi penjelasan terkait potongan video ucapannya yang viral di media sosial. Dalam video itu, Iyus mengaitkan isu dugaan kecurangan pemilu dengan komunisme yang menurutnya sudah masif berkembang di Indonesia. Dia mengajak seluruh umat Islam untuk melakukan perlawanan lewat jihad.


"Ya intinya saya memberikan di video terkait dengan pernyataan saya terkait dengan pemilu curang, kemudian tentang komunisme, dan satu lagi tentang jihad konstitusional. Yang jadi problem adalah tentang pemilu curang ini datanya bagaimana, akhirnya kita lengkapi bahwa setelah ada putusan Bawaslu, bahwa KPU bersalah dalam hitungan, dan itu sudah clear," katanya.

Iyus mengaku pernyataannya soal pemilu curang itu merespons Bawaslu yang memutuskan KPU melanggar tata cara dan prosedur penginputan data ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

"Kemudian kedua terkait dengan masalah komunisme, ternyata juga komunisme itu ajaran yang dilarang berdasarkan TAP MPR nomor 25 tahun 66. Nah itu ada sedikit ada penjelasan terkait komunisme China, itu yang sebenarnya itu adalah inspirasi dari pemikiran-pemikiran para pakar termasuk Yusril Ihza Mahendra di ILC (Indonesia Lawyers Club-red) bahwa bergeraknya komunisme itu salah satunya mungkin dari pekerja-pekerja asing atau aseng yang ada di wilayah Indonesia. Tapi insyallah itu tidak terjadi gitu ya, itu hanya asumsi, mudah-mudahan tidak benar," ujarnya.

Ustaz Iyus juga meluruskan soal ucapannya terkait ajakan jihad. Menurutnya yang dia maksud dalam video tersebut adalah ajakan jihad konstitusional dengan cara damai, bukan dalam arti mengajak orang untuk perang.

"Jihad konstitusional adalah jihad mengawal konstitusi kita. Mengawal aspirasi masyarakat atau rakyat agar suara mereka tetap teramankan, aman di KPU pusat. Oleh karena itu kita dengan santun dan konstitusional dan damai datang ke sana untuk mendengar pengumuman dari KPU. Itu saja klarifikasi," ucapnya.

"Mudah-mudahan dengan ini kita terima dengan legowo, dengan baik supaya tetap kondisi bangsa kita dalam kondisi yang bersatu, tidak terpecah belah seperti di negara negara lain. Demikian," ujarnya.

Ustaz Iyus menambahkan, pemeriksaannya berlangsung lancar dan santai. Dia mengaku meluruskan sejumlah pernyataannya agar tidak terjadi kesalahpahaman. Dia meminta maaf jika ada pernyataannya yang salah.


"Hal-hal yang memang sekiranya secara hukum ada hal crowded atau apalah kita luruskan supaya tidak terjadi kesalahan-kesalahan di waktu yang lain. Saya juga menyadari barangkali ada kealpaan, ada kekhilafan yang saya sampaikan itu sangat manusiawi pada saat situasi tertentu dan kondisi tertentu membuat saya semangat ternyata ada hal-hal yang barangkali secara hukum lewat kontrol," ujarnya.

Ditambahkan ustaz Iyus, kasus ini akan jadi pelajaran baginya ke depan. "Ya hati-hati saja, membuat pernyataan hati-hati. Berbeda pendapat boleh tetapi hati-hati dalam membuat pernyataan-pernyataan sikap dan rekaman dan apalagi itu diviralkan," ujarnya.

Ustaz Iyus berjanji akan bersikap kooperatif dalam menjalani proses hukum di Polres Bogor Kota, termasuk wajib lapor. Meski penahanannya ditangguhkan, ustaz Iyus dikenai wajib lapor 2 kali seminggu di Sat Reskrim Polresta Bogor Kota. Proses hukumnya tetap berjalan.

"Kita lapor saja, Senin, Kamis. Seminggu dua kali wajib lapor," ucapnya. Meski demikian ustaz Iyus berharap kasus yang menjeratnya ini bisa dihentikan.

"Harapannya aman-aman saja dan tidak dilanjutkan," ucapnya.

Ustaz Iyus Khaerunnas ditangkap polisi terkait video viral dirinya bicara mengenai adanya kecurangan pemilu, masifnya komunisme, hingga ajakan jihad untuk melawan itu semua. Dia kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong.

Ustaz Iyus ditangkap di kediamannya pada Jumat (17/5) sekitar pukul 14.00 WIB. Dia dijerat Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong dan atau Pasal 160 KUHPidana.
(hri/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed