DetikNews
Sabtu 18 Mei 2019, 17:50 WIB

BPN Jelaskan Alasan Tak Tanda Tangani Rekapitulasi KPU DKI

Zunita Putri - detikNews
BPN Jelaskan Alasan Tak Tanda Tangani Rekapitulasi KPU DKI Rekapitulasi Nasional Papua Barat dan DKI Jakarta (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menjelaskan alasan menolak menandatangani hasil rekapitulasi KPU DKI Jakarta. Alasannya, karena tak ingin menghargai pejuang demokrasi.

Hal itu diungkapkan oleh saksi BPN 02, Aziz Subekti saat rekapitulasi suara DKI Jakarta di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5/2019). Awalnya, Aziz mengkritik terkait adanya selisih 200 ribu suara ketika dihitung melalui jumlah daftar pemilih khusus (DPK).

"Saya hanya bertanya satu saja, terkait penggunaan DPK terjadi di Jakbar dan Jaksel, dan saya mencoba menjumlah dan mengurangi angka terkait paslon 01 dan 02 ada selisih 213.410 dan itu nggak sesuai dengan total pengguna DPK DKI sebanyak 221.536. Bisa dijelaskan dan tidak karena saya hanya sampaikan angka," kata Aziz saat interupsi dalam forum rekapitulasi.

Dia beralasan BPN tidak tanda tangani hasil rekapitulasi bukan karena tidak ingin menghargai kerja keras pejuang demokrasi yang jujur. Dia menyebut penolakan itu karena ingin menegakan demokrasi.


"Dengan kami tidak tandatangani itu, bukan berarti kami nggak hargai. Jadi tidak tandatangani hasil ini adalah kita menghargai kepada mereka yang berjuang dalam menegakan demokrasi," katanya.

Meski begitu, Aziz tetap mengucapkan terima kasih untuk kerja keras KPUD DKI dan Bawaslu DKI atas kerjanya selama proses pemilu 2019. "Kepada KPUD dan Bawaslu DKI, kami terima kasih atas dedikasinya sampai dengan petugas TPS untuk menyelenggarakan pemilu adil," pungkasnya.


Sebelumnya, saat rekapitulasi DKI, pihak BPN sempat memprotes data DPTB dan DPK se-DKI Jakarta. Mereka meminta form keberatan DC2.

"Saya agak keberatan mungkin kita harus sinkronkan dulu antara DPTB dan DPK, kita melihat ada kurang sinkron angka kita minta form keberatan aja," kata saksi paslon 02, Ahmad Fauzi di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (17/5).
(yld/yld)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed