Wartawan Beri Ketua DPR Petisi Tolak Kenaikan Harga BBM
Rabu, 05 Okt 2005 13:18 WIB
Jakarta - Meroketnya harga BBM hingga 128 % menyulut wartawan beraksi. Sekitar 50 wartawan yang biasa mangkal di DPR/MPR menyerahkan petisi keprihatinan tentang kenaikan harga BBM kepada Ketua DPR Agung Laksono.Petisi diserahkan koordinator aksi Agustinus Lesek dari Suara Pembaharuan kepada Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2005)."Kami meminta DPR, MPR dan DPD tidak buta dan tuli terhadap kondisi penderitaan rakyat dan mengambil langkah mendesak pemerintah segera merevisi kenaikan harga BBM," kata Agustinus.Bak aksi unjuk rasa, wartawan pun membentangkan spanduk bertuliskan "Jangan mentang-mentang tunjangan naik DPR setuju BBM naik", "Pertahankan subsidi minyak tanah", dan "DPR jangan buta segera revisi harga BBM".Keluhan kenaikan harga BBM pun sempat dilontarkan wartawan di sela-sela audiensi dengan Ketua DPR. "Masa Rp 20 ribu tangki motor tidak penuh. Dulu Rp 7 ribu saja bensin full," keluh Saiful, wartawan Duta.Sadewo dari Republika juga mengeluhkan hal yang sama. "Gaji tidak naik tetapi ongkos operasional kita sangat tinggi, makanya kita turut prihatin," kata Sadewo.Menanggapi aksi itu, Ketua DPR Agung Laksono berjanji akan memberikan petisi ini kepada pimpinan fraksi DPR RI. Dan setelah puas berdialog dengan Agung Laksono, wartawan pun melanjutkan aksinya untuk bertemu Ketua MPR Hidayat Nurwahid.Seperti diberitakan, DPR menyetujui kenaikan harga BBM dalam rapat paripurna pada 27 September 2005. Pada rapat yang dihadiri 387 anggota ini, DPR menyetujui perubahan kedua APBN 2005.Dalam perubahan kedua APBN 2005 ini pemerintah mengusulkan subsidi BBM sebesar Rp 89,2 triliun atau lebih kecil dari alternatif perhitungan lainnya sebesar Rp 113,7 triliun. Penurunan jumlah subsidi ini berarti akan ada kenaikan harga BBM sesuai rencana pemerintah. Dan ujungnya, pemerintah pun menaikkan BBM hingga 128%.
(aan/)











































