DetikNews
Jumat 17 Mei 2019, 22:57 WIB

Dituding Bikin Berkarya Nyungsep, Priyo Sentil Balik Badar Picunang

Zunita Putri, Tsarina Maharani - detikNews
Dituding Bikin Berkarya Nyungsep, Priyo Sentil Balik Badar Picunang Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso dituding kadernya, Badaruddin Andi Picunang, sebagai penyebab gagalnya partai berlambang pohon beringin itu melenggang ke Senayan. Priyo mengingatkan Badar soal soliditas partai.

"Saya hanya mengingatkan kepada seluruh jajaran partai akan pentingnya menjaga soliditas partai dan fatsun politik terhadap perjuangan capres yang kita dukung," kata Priyo kepada wartawan, Jumat (17/5/2019).

Ia meminta Badar berhati-hati dalam melakukan manuver politik. Priyo tidak ingin ada penilaian negatif terhadap soliditas Partai Berkarya.


"Jika bermanuver, hendaknya dijaga suasana kebatinan politik. Jangan justru ikut-ikutan minor yang dinilai melemahkan soliditas atau timbulkan syak wasangka. Ini yang harus diluruskan sesuai garis kebijakan partai," ucapnya.

"Pegangan saya adalah Ketum, Ketua Wantim, Ketua Wanhor, dan garis partai. Tapi memang di hampir semua partai, selalu saja ada orang-orang yang gemar bikin 'political noise'," tegas Priyo.

Ditemui terpisah, Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Siti Hediati Harijadi (Titiek Soeharto) enggan menanggapi pernyataan Badar. Dia berbicara tentang kecurangan.

"Ah nggak (Priyo penyebab Berkarya nyungsep). Ini kan kita kerja bareng-bareng, tapi sebenarnya kita ini dicurangi," kata Titiek setelah menghadiri deklarasi 'gerakan kedaulatan rakyat' di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini.

Sebelumnya, Badaruddin Andi Picunang menyebut Priyo sebagai penyebab Berkarya nyungsep di Pileg 2019. Ia mengatakan Priyo kurang perhatian terhadap partai sejak bergabung dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

"Mas Priyo sejak di BPN kurang memperhatikan perkembangan partai lagi. Makanya partai ini nyungsep," ujar Badar, Jumat (17/5).

Badar berbicara tentang prioritas yang seharusnya dilakukan Berkarya sebagai partai baru. Ia menyoroti Priyo yang cenderung lebih memfokuskan bekerja untuk BPN Prabowo-Sandi ketimbang untuk Berkarya.

Menurut Badar, Berkarya harusnya berfokus pada Pileg dibanding pilpres. Ia juga menyinggung soal Ketum Berkarya Hutomo Mandala Putra (HMP) atau Tommy Soeharto yang tak pernah terlibat di BPN Prabowo-Sandiaga.

"Hanya sebagai pendukung di pilpres, beban politik partai baru seperti Berkarya harusnya lebih berat di pileg. Mana pernah Ketum HMP terlibat dalam kegiatan BPN, beliau lebih fokus mengimbau kami urus pileg," tutur Badar.
(tsa/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed