"Pemilu, pileg, dan pilpres juga kesepakatan, kita sepakat. Tapi ketika kesepakatan itu kita cederai, maka itu akan terjadi disharmonis. Karena itu, kita harus menjaga kesepakatan," ujar Ma'ruf di Posko Cemara, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).
Ma'ruf mengatakan, apabila sebuah kesepakatan itu dihargai, akan tercipta keharmonisan. Indonesia adalah negara kesepakatan, sehingga kesepakatan itu harus dijaga dan jangan ada pihak yang ingin mencederai kesepakatan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ma'ruf menuturkan salah satu hikmah puasa adalah melatih kesabaran dan mengendalikan diri. Menurutnya, salah satu ciri orang bertakwa adalah orang yang bisa mengendalikan emosi.
"Kita disuruh puasa, makanannya menahan dari segala macam, bukan hanya makan-minum, tapi juga cara berpikir kita dan hati kita. Bahkan salah satu ciri orang bertakwa itu adalah orang yang mampu mengendalikan emosinya," lanjutnya.
Ma'ruf Amin buka puasa bersama TKN. (Lisye/detikcom) |
Ma'ruf berharap di bulan Ramadhan ini dapat mengendalikan emosi, terutama pasca-pemilihan umum. Dengan begitu, tercipta negara yang utuh walaupun berbeda pilihan.
"Mudah-mudahan upaya yang kita lakukan upaya konsolidasi, harmonisasi dengan izin Allah kita bisa berhasil mewujudkan kembali sila ketiga Persatuan Indonesia," kata dia.
Turut hadir Ketua Harian TKN Moeldoko, Sekretaris TKN Hastro Kristiyanto, Direktur Komunikasi Politik TKN Usman Kansong, Direktur Program Aria Bima, serta jajaran TKN lainnya.
Simak Juga 'Buka Bareng Sarjana NU, Ma'ruf Amin Ajak Masyakarat Menahan Diri':
(imk/imk)











































Ma'ruf Amin buka puasa bersama TKN. (Lisye/detikcom)