Alasan Amien Rais Pilih Kedaulatan Rakyat: Rezim Takut Sama People Power

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 17 Mei 2019 17:08 WIB
Amien Rais (Zunita/detikcom)
Jakarta - Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais, menjelaskan alasannya mengganti seruan 'people power' menjadi 'Gerakan Kedaulatan Rakyat'. Menurutnya, salah satu alasan dia mengganti people power adalah rezim saat ini takut pada kiasan itu.

Hal ini dikatakan Amien saat menghadiri acara deklarasi gerakan kedaulatan rakyat di Posko Kedaulatan Rakyat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2019).

Awalnya, Amien mengatakan banyak kecurangan dan kejahatan di Pilpres 2019 ini. Dia mengatakan saat ini kecurangan telah terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), bahkan dia menyebut pemilu saat ini bersifat sudah brutal dan barbar.




Amien mengaku sudah sejak jauh hari menyerukan people power jika sampai terjadi kecurangan yang TSM di Pemilu 2019, tapi kubu petahana takut. Karena itu, dia memutuskan mengganti seruan people power menjadi gerakan kedaulatan rakyat.

"Jauh sebelum pemilu ya mungkin 3 minggu sebelumnya, saya pernah sampaikan blak-blakan, kalau sampai terjadi kecurangan yang TSM, maka 02 tidak akan pernah mengakui, apalagi dipaksa-paksa untuk bawa kasusnya ke Mahkamah Konstitusi. Karena itu, sekarang terjadi ramalan saya itu. Saya katakan people power saat itu. Rupanya, petahana dan rezimnya itu ngeri (sama) people power, kok bahasa asing? Kita ganti dengan gerakan nasional kedaulatan rakyat," kata Amien saat memberikan orasi.




Menurut Amien, pergantian nama itu disebabkan pemerintah saat ini tidak mengerti isi UUD 1945 dan Pancasila. Amien juga menilai pemerintahan saat ini dinilai menyengsarakan rakyat.

"Mereka nggak pernah baca Undang-Undang Dasar '45, nggak paham Pancasila, nggak paham demokrasi, nggak paham kedaulatan rakyat. Jadi saya kira platform yang kita luncurkan, pesan kami ini dan sekarang kepada petahana yang rezimnya sudah 4 tahun lebih, ternyata nggak bisa apa-apa. Bahkan menurut kami telah menyengsarakan rakyat Indonesia."

Terakhir, Amien juga meminta pemerintah berhati-hati dalam bertindak. Dia menegaskan agar tidak mengancam rakyat.

"Sehingga saudara-saudara, ini permainan belum selesai. Kami jangan ditakuti dengan bedil, dengan meriam, dengan panser, tank, dan lainnya. Bagi rakyat, itu hanya abal-abal, tidak akan mempengaruhi kekuatan kita," pungkasnya.


Simak Juga 'Beda Pendapat BPN dan TKN soal People Power':

[Gambas:Video 20detik]

(zap/zak)