DetikNews
Jumat 17 Mei 2019, 14:05 WIB

Jaksa: Emak-emak Kampanye Hitam 'Jokowi Legalkan LGBT' Anggota PEPES

Andi Saputra - detikNews
Jaksa: Emak-emak Kampanye Hitam Jokowi Legalkan LGBT Anggota PEPES Emak-emak kampanye hitam ke Jokowi (ist.)
Karawang - Trio emak-emak, Citra Widianingsih, Engkay Sugiyanti, dan Ika Feranika harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau. Sebab, ketiganya melakukan kampanye hitam dengan menyebut Jokowi akan melegalkan LGBT.

"Pada 3 Febuari 2019 para terdakwa datang ke rumah Engkay untuk perkenalan," demikian urai jaksa dalam dakwaan yang dikutip detikcom, Jumat (17/5/2019).

Kemudian Engkay menyatakan telah keluar dari grup PEPES NASIONAL di WhatsApp dan sudah tidak aktif lagi.

"Kemudian terdakwa I (Citra-red) mengajak terdakwa II (Engkay-red) untuk ikut group PEPES KARAWANG dan menjadikan terdakwa II (Engkay) sebagai koordinator Cabang Cikampek dan terdakwa II (Engkay-red) menyanggupinya," ujar jaksa.


Sepekan setelahnya, Citra dan Ika datang ke rumah Engkay untuk memberikan stiker dan pin PEPES. Kemudian Engkay mengajak Citra dan Ika untuk sosialisasi 'Kepung' alias keliling kampung ke tetangga sekitar rumah Engkay.

"Para terdakwa mendatangi satu per satu rumah di kampung Kalioyod, Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang hingga para terdakwa tiba di rumah saksi Suparjo (Bah Jo) untuk memberikan stiker PEPES yang bergambar Paslon No 02 Prabowo-Sandi," papar jaksa.

Di rumah Bah Jo, terjadilah percakapan:

Engkay
Mak direkam ya?

Citra
Iya direkam, untuk laporan dokumentasi ke PEPES Pusat

Engkay
Ya udah enggak apa-apa, emang setiap kegiatan harus ada dokumentasi ke pusat

Mereka lalu kampanye di rumah warga, dengan dialog:

Tidak akan mendengar suara azan walau bagaimanapun juga abah. Itjima ulama pilihannya. Suara azan tentu ada. Tapi nanti tidak bakal ada. 2019 kalau dua periode nggak bakalan ada. Tidak akan ada suara azan, tidak akan ada anak-anak yang mengaji, tidak akan nada yang menggunakan kerudung. Perempuan dengan perempuan diperbolehkan menikah, laki-laki dengan laki-laki diperbolehkan menikah, begitu.

Jadi tidak ada, tidak ada. Tidak ada jika pilihannya itu. Jadi anjing-anjingan. Ya begitu

Betul ?
Bener !!

Jadi, abah mau lima puluh ribu tapi mau jadi anjing-anjingan?

Nih begini saja abah ajo jika abah ajo tidak mempercayai omongan saya ke abah ajo, silakan colok Jokowi. Saya tahu nih abah ajo jokowi. Pro Jokowi tahu saya juga sekarang abah ajo colok Jokowi. Jokowi menang nanti dengarkan. Silakan abah rasakan kalau saya bohong abah minta komisi sebabnya cinta kepada saya nanti kalau abah ketemu saya silahkan tempeleng saya.

Iya kalau Jokowi menang kembali.

Heeh

Setelah itu, Citra mem-posting video tersebut dengan caption di akun Twitter-nya:

Masuk di kawasan merah, sesulit apapun akan kita putihkan. Si abah ini, Dy tidak tahu berita terbaru dan nggak mengerti dengan kebijakan kebijakan apa yang bakal diresmikan 01 jika menang lagi, semoga tercerahkan ya bah.

"Para terdakwa memiliki grup di media sosial dan setelah melakukan perbuatan fitnah dan ujaran kebencian yang selanjutnya mengirim ke ketua grup PEPES sebagai bentuk kerja nyata untuk memenangkan Paslon Nomor 02, bahwa para terdakwa dengan sengaja mengirimkan perbuatan fitnah dan ujaran kebencian kepada individu maupun kelompok," kata sosiolog Dr Trubus Rahardiansyah yang dikutip jaksa dalam dakwaan.



Video Kampanye Hitam ke Jokowi, 3 Emak Jadi Tersangka dan Ditahan:

[Gambas:Video 20detik]


Jaksa: Emak-emak Kampanye Hitam 'Jokowi Legalkan LGBT' Anggota PEPES

(asp/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed